John Herdman Blak-blakan Pantau 6 Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia: Butuh Lebih Banyak Pesepak Bola

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman buka suara soal pemantauan enam pemain diaspora baru dari Jerman, Belanda, Australia, hingga Amerika Serikat untuk proyek jangka panjang Garuda menuju Piala Dunia 2030. (Dok. PSSI)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait masa depan skuad Garuda. Pelatih asal Inggris itu secara blak-blakan mengakui bahwa tim pelatih saat ini sedang memantau enam pemain diaspora baru dari berbagai negara . Langkah ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang untuk membangun fondasi tim menuju Piala Dunia 2030 .

“Ada pemain muda di Jerman yang sedang kami pantau. Ada dua pemain muda di Jerman yang sedang kami pantau. Ada juga dua pemain di Belanda. Ada pemain di Australia dan Amerika Serikat. Semua sedang kami lihat potensinya untuk masa depan Timnas Indonesia,” ujar John Herdman dikutip dari channel YouTube Antara News .

Fokus pada Enam Pemain Diaspora

Meskipun Herdman enggan menyebutkan nama secara spesifik, pernyataan ini memberikan kisi-kisi jelas mengenai peta pencarian bakat Timnas Indonesia. Penyebaran pemain incaran ini cukup merata, meliputi Benua Eropa, Australia, hingga Amerika Utara .

Baca Juga:John Herdman Bahagia, Calon Pemain Timnas Indonesia Disebut sebagai The Next Florian Wirtz!Kata John Herdman soal Timnas Indonesia vs Jepang: Mereka yang Gemetar, Bukan Kita!

Beberapa nama yang belakangan ramai dikaitkan dengan Timnas Indonesia antara lain pemain muda Australia, Luke Vickery, dan penyerang Amerika Serikat, Mitchell Lee Baker . Sementara dari Belanda, nama Tristan Gooijer, pemain muda berdarah Maluku, disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi bertahan .

Butuh Lebih Banyak Pemain di Liga Top

Selain memantau bakat, John Herdman juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pemain lokal. Ia memiliki strategi khusus untuk mengirim pemain muda berbakat ke liga-liga top dunia. Ia mencontohkan pengalamannya di Kanada yang berhasil melahirkan bintang seperti Alphonso Davies.

“Saya mempunyai pengalaman dengan Alphonso Davies di Kanada. Kamu lihat ada anak 16 tahun berasal dari Kanada dan pindah ke Bayern Munchen. Bukan hanya pindah, tapi memainkan setiap pertandingan dan meraih quadruple termasuk Liga Champions di usia 18 tahun. Kemudian seperti yang terjadi, setiap anak di Kanada ingin menjadi Alphonso Davies,” kata Herdman .

Menurut Herdman, untuk bisa bersaing di panggung dunia seperti Piala Dunia, Timnas Indonesia mutlak membutuhkan pemain yang berasal dari tier satu dan dua yang bermain di lima liga top Eropa. Kombinasi pemain diaspora yang memiliki kecerdasan taktis tinggi dengan pemain lokal yang memiliki fighting spirit dianggap sebagai resep jitu untuk membawa Garuda terbang lebih tinggi .

0 Komentar