RADARCIREBON.TV – Sejarah baru telah ditulis oleh Federasi Sepak Bola Brasil (CBF). Untuk pertama kalinya, pengumuman skuad resmi tim nasional untuk ajang Piala Dunia digelar dalam sebuah acara megah yang disiarkan langsung ke seluruh dunia, bukan sekadar konferensi pers biasa.
Acara spektakuler yang berlangsung di Museum of Tomorrow, Rio de Janeiro, pada Senin (18/5/2026) malam waktu setempat atau Selasa (19/5/2026) dini hari WIB itu sukses menyedot perhatian lebih dari 700 jurnalis dari berbagai belahan dunia. Kemeriahan tersebut menjadi saksi bisu momen bersejarah: kembalinya sang ikon, Neymar Junior, ke pangkuan Selecao setelah absen panjang akibat cedera.
Kembalinya Sang Mega Bintang
Keputusan pelatih Carlo Ancelotti untuk menyertakan Neymar dalam daftar 26 pemain merupakan kejutan terbesar malam itu. Neymar terakhir kali membela Brasil pada Oktober 2023, dan sejak itu ia bergumul dengan serangkaian cedera serius yang nyaris mengakhiri karier internasionalnya.
Baca Juga:Final Brutal Campeonato Brazil, Cruzeiro Vs Atletico Mineiro Diwarnai 23 Kartu MerahJadwal Lengkap Piala Dunia 2026: 48 Tim, 3 Negara Tuan Rumah, Simak Daftar Pertandingan Grup A hingga L!
Setelah pulih dan kembali ke klub masa kecilnya, Santos, konsistensi performa Neymar akhirnya meyakinkan Ancelotti. Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa kualitas teknis Neymar sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil (79 gol) tidak perlu diragukan lagi meski usia tak lagi muda.
“Ini bukan hanya 26 nama. Ini 26 hati yang bermimpi tentang momen kesuksesan,” tulis CBF di laman resmi mereka, menggambarkan antusiasme luar biasa menyambut skuad yang akan berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini.
Kejutan dan Kontroversi di Balik Skuad
Jika kembalinya Neymar membuat fans tersenyum, keputusan Ancelotti mencoret striker tajam Chelsea, Joao Pedro, justru memicu perdebatan panas. Dengan torehan 20 gol di semua kompetisi untuk The Blues musim ini, banyak pihak menganggap Joao Pedro pantas membawa ketajaman ekstra ke lini depan Brasil. Namun, Ancelotti lebih memilih komposisi pemain yang sudah mapan di putaran kualifikasi.
Selain Joao Pedro, nama-nama seperti Antony, Richarlison, dan veteran Thiago Silva juga harus rela gigit jari karena tidak masuk dalam daftar final yang dibacakan oleh Ancelotti di atas panggung megah tersebut.
