RADARCIREBON.TV – Old Trafford dulu adalah tempat paling menyeramkan di Inggris. Klub-klub besar datang dengan tekanan, fans lawan gemetar, dan Manchester United hampir selalu keluar sebagai pemenang.
Sekarang suasananya berubah total.
Sudah 13 tahun berlalu sejak Manchester United terakhir kali mengangkat trofi Premier League pada musim 2012/2013, musim terakhir Sir Alex Ferguson sebelum pensiun. Dan ironisnya, rival-rival mereka justru mulai memutus kutukan masing-masing.
Arsenal baru saja mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun usai memastikan diri menjadi juara Premier League 2025/2026 di era Mikel Arteta. Liverpool sebelumnya juga pernah menunggu 30 tahun sebelum akhirnya juara bersama Jurgen Klopp pada 2020.
Pertanyaannya sekarang mulai terasa makin menyakitkan untuk fans Setan Merah:
Berapa lama lagi Manchester United harus menunggu?
Baca Juga:Gila! Unai Emery Pecahkan Rekor usai Aston Villa Juara Liga EuropaManchester United Mulai Bergerak Cari Gelandang Baru, Paul Scholes Soroti Elliot Anderson
Manchester United Masih Mencari Identitas
Sejak Ferguson pergi, Manchester United seperti kehilangan arah.
Sudah banyak pelatih datang dan pergi. David Moyes gagal total. Louis van Gaal memberi trofi tapi gagal mengembalikan aura klub. Jose Mourinho sempat membawa Liga Europa, namun konflik internal membuat proyeknya runtuh.
Musim 2025/2026 sebenarnya memberi sedikit harapan baru.
Di bawah Michael Carrick sebagai pelatih interim, United perlahan bangkit dan berhasil mengamankan posisi tiga besar Premier League setelah menang dramatis 3-2 atas Nottingham Forest.
Tetapi untuk level perebutan gelar, mereka masih tertinggal cukup jauh.
Arsenal dan Liverpool Sudah Membuktikan Kesabaran Bisa Berbuah
Yang membuat situasi United terasa semakin pahit adalah keberhasilan rival mereka keluar dari masa gelap.
Arsenal sempat bertahun-tahun dicap sebagai tim yang selalu gagal di momen penting. Mereka finis runner-up tiga musim beruntun sebelum akhirnya juara musim ini dengan pertahanan terbaik liga. The Gunners cuma kebobolan 26 gol dalam 37 pertandingan.
Liverpool bahkan lebih lama menderita.
Selama 30 tahun, fans The Reds terus dihantui ejekan sebelum akhirnya Klopp mengubah semuanya menjadi malam penuh air mata di Anfield.
Kini Manchester United mulai berada di posisi yang dulu dirasakan dua rival besarnya itu.
Baca Juga:Dulu Cuma Lihat Grealish Pesta, Kini John McGinn Angkat Trofi EropaGila! Martinez Tetap Tampil di Final Liga Europa Meski Jarinya Patah
Klub sebesar mereka justru terlihat masih sibuk mencari fondasi yang benar-benar kuat.
