Kami Tak Perlu Tiru Siapa-Siapa': Kunci Optimisme Frenkie de Jong di Tengah Mimpi Buruk Liga Champions

Frenkie de Jong
Frenkie de Jong tersenyum percaya diri di sesi latihan Barcelona sumber img:@fcbarcelona
0 Komentar

Ia mengaku melakukan segalanya untuk bisa segera kembali ke lapangan guna membantu tim di momen-momen krusial. “Saya kembali dari cedera panjang dan bermain 10 menit melawan Espanyol. Setelah itu ada leg kedua Liga Champions melawan Atletico,” kenang De Jong.

“Saya melakukan segalanya untuk kembali lebih cepat, termasuk latihan dua kali sehari. Namun pada akhirnya saya tetap harus menjalani masa pemulihan enam minggu sesuai keputusan dokter,” katanya. Hal ini menunjukkan betapa besar hasratnya untuk berkontribusi meski dalam kondisi fisik yang belum prima.

Kunci Sukses: Harmoni Tim Muda dan Filosofi Flick

Selain faktor taktik, salah satu alasan utama keyakinan De Jong adalah kondisi internal skuad yang dinilai sangat harmonis. Ia sangat terkesan dengan atmosfer positif yang terjalin di ruang ganti, terutama di bawah asuhan pelatih Hansi Flick. Chemistry yang kuat antara pemain senior dan junior dinilai menjadi modal penting untuk bangkit dan bersaing di level tertinggi.

Baca Juga:Resmi! Hansi Flick Perpanjang Kontrak di Barcelona hingga 2028, Target Liga Champions Masih MembaraEks Bintang Barcelona Menyodorkan Klub Sensasi untuk Lewandowski: "Kalau Mau Jadi Aktor, Wrexham Tempatnya!"

“Grup yang kami miliki sekarang sangat luar biasa, baik dari segi kualitas maupun hubungan antar pemain. Ada banyak energi dan intensitas dalam latihan,” ungkap De Jong.

Ia juga menyoroti perkembangan pemain muda yang dinilai sangat pesat. De Jong secara khusus menyebut bakat luar biasa Ansu Fati sebagai talenta yang paling mengejutkannya. “Banyak pemain muda hebat di sini, tetapi yang paling mengejutkan saya adalah Ansu Fati. Dia muncul pada usia 16 tahun dan langsung memberi dampak besar,” sambungnya.

Loyalitas Membara di Tengah Godaan

Di usia 29 tahun, De Jong menegaskan bahwa Barcelona adalah rumah terakhirnya di Eropa. Ia mengingat kembali situasi sulit klub pada tahun 2023 di mana isu keuangan membuatnya digadang-gadang akan hengkang. Saat itu, banyak klub besar yang mengajukan tawaran, namun De Jong menolak semuanya.

“Pada 2023 situasi finansial tim sedang sulit. Ada banyak klub yang memberikan tawaran bagus dan media terus mendorong saya pergi, tetapi saya mengatakan tidak,” ujarnya dengan tegas.

0 Komentar