RADARCIREBON.TV – Meskipun langkah Barcelona di Liga Champions harus terhenti di tangan Atletico Madrid pada babak perempat final, gelandang senior Frenkie de Jong memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Ia justru menatap masa depan dengan penuh optimisme. De Jong percaya bahwa Blaugrana tidak perlu mengubah jati diri atau meniru gaya bermain tim lain untuk bisa kembali merajai Eropa.
Keyakinan ini bukan sekadar angin suri di tengah kekecewaan, melainkan fondasi yang kokoh bagi proyek jangka panjang skuad Hansi Flick. Di tengah musim yang penuh dengan badai cedera, De Jong menyebut fondasi permainan agresif dan penguasaan bola tetap menjadi identitas utama yang akan mengantarkan Barcelona ke puncak Eropa.
Optimisme di Tengah Kepahitan Eliminasi
Musim 2025/2026 menjadi periode yang pahit bagi Barcelona di Liga Champions. Meski menang 2-1 di markas Atletico Madrid pada leg kedua, agregat 2-3 memaksa Barcelona angkat koper dari kompetisi . Kegagalan ini terasa menyakitkan mengingat Barcelona memiliki modal kuat sebagai juara bertahan La Liga.
Baca Juga:Resmi! Hansi Flick Perpanjang Kontrak di Barcelona hingga 2028, Target Liga Champions Masih MembaraEks Bintang Barcelona Menyodorkan Klub Sensasi untuk Lewandowski: "Kalau Mau Jadi Aktor, Wrexham Tempatnya!"
Namun, hal itu tidak membuat De Jong patah arang. Dalam sebuah wawancara dengan media Spanyol SPORT, gelandang asal Belanda itu menekankan bahwa timnya memiliki fondasi yang tepat untuk bangkit.
“Kami bisa memenangkannya (Liga Champions) dengan gaya bermain kami sendiri. Kami tidak harus menjadi tim seperti PSG atau Arsenal. Sepak bola agresif dan penguasaan bola adalah DNA kami,” tegas De Jong.
De Jong melihat bahwa kekalahan dari Atletico lebih disebabkan oleh detail-detail kecil dan faktor keberuntungan, bukan karena kelemahan fundamental dalam sistem permainan. Baginya, beberapa peningkatan kecil di beberapa sektor sudah cukup membuat Barcelona kembali kompetitif di level Eropa. Hal ini ia sampaikan saat dirinya baru saja pulih dari cedera yang cukup panjang.
Perjuangan De Jong Melawan Cedera
Optimisme yang ditunjukkan De Jong memang tidak muncul begitu saja. Ia sendiri adalah contoh nyata dari filosofi pantang menyerah yang ia gaungkan. Musim ini, dirinya harus berjuang melawan badai cedera otot yang membuatnya absen selama hampir satu setengah bulan.
