RADARCIREBON.TV – Drama degradasi BRI Super League 2025/2026 akhirnya mencapai titik klimaks. Persis Solo dipastikan menjadi tim ketiga yang harus rela turun kasta ke Liga 2 musim depan. Kepastian ini didapat setelah hasil akhir pertandingan pekan ke-34 yang berlangsung serentak hari ini, Sabtu (23/5/2026).
Persis bergabung dengan Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah lebih dulu dipastikan terdegradasi. Musim ini benar-benar menjadi mimpi buruk bagi ketiga tim tersebut. Namun yang paling menyedihkan, Persis harus turun di saat tim lain masih berjuang di pekan terakhir.
Persis Solo: 34 Poin Tak Cukup, Selisih Gol Jadi Biang Kerok
Persis Solo mengakhiri musim dengan koleksi 34 poin dari 34 pertandingan. Catatan mereka: 8 menang, 10 imbang, dan 16 kalah. Mereka mencetak 39 gol dan kebobolan 59 gol, dengan selisih gol minus 20.
Baca Juga:Persib Bandung Resmi Juara Super League 2026: Hattrick! Meski Imbang 0-0 Lawan PersijapHasil Pertandingan Persita vs Persis Solo: Laskar Sambernyawa Menang Telak 3-1!
Angka 34 poin ini sebenarnya sama dengan PSM Makassar di posisi 14 dan Madura United di posisi 15. Namun nasib berkata lain. Persis harus rela turun kasta karena kalah selisih gol. PSM Makassar memiliki selisih gol minus 8, Madura United minus 18, sementara Persis minus 20.
Dari lima pertandingan terakhir, Persis sebenarnya menunjukkan grafik yang naik. Mereka mencatatkan dua kemenangan (W), dua imbang (D), dan satu kekalahan (L) dalam lima laga pamungkas. Namun sayang, performa apik di akhir musim tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari jurang degradasi.
Bagi Persis, ini adalah pukulan telak. Tim yang bermarkas di Stadion Manahan, Solo ini harus memulai lagi dari nol di Liga 2 musim depan.
Semen Padang: Neraka Tanpa Akhir, 20 Poin Saja dari 33 Laga
Semen Padang menjadi tim kedua yang dipastikan terdegradasi. Kabau Sirah hanya mampu mengoleksi 20 poin dari 33 pertandingan yang telah dimainkan. Mereka mencatatkan 5 kemenangan, 5 imbang, dan 23 kekalahan.
Lini serang Semen Padang hanya mampu mencetak 22 gol sepanjang musim. Sementara lini belakang mereka kebobolan 62 gol. Selisih gol minus 40 menjadi yang terburuk kedua di antara tim degradasi.
Yang lebih memilukan, dalam lima pertandingan terakhir, Semen Padang menelan lima kekalahan beruntun (L-L-L-L-L). Ini adalah tren terburuk di antara semua tim di BRI Super League musim ini.
