Pertamina Percepat Transisi Energi, Perkuat Mobilitas Ramah Lingkungan di Darat, Laut, dan Udara

Pertamina
Pertamina dukung transisi energi Indonesia foto : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060 melalui pengembangan ekosistem energi berkelanjutan di berbagai sektor transportasi. Langkah strategis ini dilakukan lewat pengembangan teknologi energi hijau, penguatan infrastruktur kendaraan listrik, hingga penggunaan bahan bakar ramah lingkungan untuk transportasi laut dan udara.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Studium Generale Sustainability bertajuk Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition yang digelar Universitas Pertamina di Jakarta. Forum ini mempertemukan akademisi, pelaku industri, hingga pemangku kebijakan guna membahas tantangan dan peluang transisi energi di Indonesia.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa Pertamina kini mengambil peran aktif dalam transformasi energi nasional melalui berbagai inovasi terintegrasi. Fokus utama perusahaan adalah menciptakan sistem mobilitas rendah emisi yang mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:Harga BBM Pertamina 14 Mei 2026 Masih Stabil, Pertamax Turbo Tembus Rp19.900Cek Harga BBM Hari Ini 12 Mei 2026 di SPBU Pertamina: Masih Stabil, Dexlite Termahal di Riau

Di sektor transportasi darat, Pertamina memperluas ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dengan menghadirkan charging station dan battery swapping station bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC). Selain itu, Pertamina juga mengembangkan proyek pabrik bioetanol terintegrasi di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Pabrik bioetanol tersebut dirancang terhubung langsung dengan kawasan perkebunan tebu lokal agar pasokan bahan baku tetap stabil dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai mampu memperkuat energi alternatif nasional sekaligus membuka peluang ekonomi hijau bagi masyarakat sekitar.

Tak hanya di darat, Pertamina juga mulai mendorong penggunaan energi hijau pada sektor transportasi laut. Perusahaan mengembangkan teknologi dual fuel, green ammonia, hingga pemanfaatan panel surya di dek kapal guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Sementara pada sektor penerbangan, Pertamina melalui Pelita Air mulai mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Bahan bakar ini diproduksi dari minyak jelantah atau used cooking oil yang dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu menekan emisi karbon industri aviasi.

Menurut Agung Wicaksono, seluruh strategi tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis jangka panjang Pertamina dalam menghadapi perubahan industri energi global. Ia menegaskan bahwa transisi energi saat ini bukan hanya tuntutan regulasi, melainkan kebutuhan nyata demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan daya saing nasional.

0 Komentar