Universitas Pertamina juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transisi energi Indonesia. Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menyebut transformasi energi tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau industri semata.
Kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menghadirkan inovasi energi yang sesuai dengan kebutuhan lokal Indonesia. Karena itu, kampus dinilai memiliki peran strategis sebagai penghubung riset, inovasi, dan implementasi teknologi energi berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina menunjukkan keseriusannya membangun masa depan energi hijau Indonesia. Transformasi yang dilakukan di sektor darat, laut, dan udara diharapkan mampu mempercepat tercapainya target Net Zero Emission 2060 sekaligus menciptakan sistem transportasi nasional yang lebih ramah lingkungan.
