Selain Papua Tengah, daerah konvergensi juga terpantau muncul di beberapa wilayah lain yakni Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, dan Papua Pegunungan. Daerah konfluensi diprediksi terbentuk di Aceh, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, hingga Samudra Pasifik bagian utara Maluku Utara dan Papua.
Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Perairan
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan angin kencang di beberapa perairan. Kecepatan angin permukaan melebihi 25 knots terdeteksi di Laut China Selatan, Laut Sulawesi, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik Utara Papua. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan ketinggian gelombang laut.
Gelombang perairan dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter yang masuk kategori moderate sea juga diprakirakan terjadi di perairan Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua. Bagi nelayan tradisional dan kapal kecil, kondisi ini sangat berbahaya dan disarankan untuk tidak melaut dulu hingga kondisi membaik.
Baca Juga:Waspada Hujan Sore Ini di Cirebon, BMKG: Suhu Capai 31°C, Intensitas SedangBMKG Rilis Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: Hujan Petir Ancam Sumatera, Jawa hingga Kalimantan
Sirkulasi Siklonik Tambahan di Papua Nugini
BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di pesisir utara Papua Nugini, negara tetangga Indonesia. Sistem atmosfer tersebut memicu terbentuknya daerah perlambatan angin yang membentang di Papua, Papua Pegunungan, hingga kawasan sekitar pusat sirkulasi. Kombinasi dari berbagai dinamika atmosfer ini semakin memperkuat potensi cuaca ekstrem di kawasan Indonesia bagian timur.
Peringatan Suhu Panas di Wilayah Lain
Sementara kawasan timur Indonesia bergulat dengan ancaman hujan lebat, BMKG juga mencatat kondisi yang berbeda di bagian lain. Suhu udara maksimum di atas 35 derajat Celsius terpantau terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh, Riau, Bali, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, hingga Jawa Timur. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut perlu mewaspadai risiko heat stress, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit kronis.
Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem Saat Libur Idul Adha
Libur Idul Adha menjadi waktu yang rawan karena banyak masyarakat yang bepergian, mudik, atau melakukan aktivitas di luar ruangan. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan selama periode ini.
