Pertama, selalu pantau informasi cuaca terbaru melalui situs resmi BMKG di bmkg.go.id atau unduh aplikasi Info BMKG di smartphone. Informasi ini diperbarui secara berkala dan menjadi panduan paling akurat.
Kedua, hindari perjalanan laut menggunakan kapal kecil di wilayah yang terdampak gelombang tinggi. Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada memaksakan perjalanan.
Ketiga, waspadai potensi banjir dan tanah longsor di daerah-daerah yang menerima curah hujan tinggi, terutama di kawasan pegunungan Papua dan wilayah timur Indonesia lainnya.
Baca Juga:Waspada Hujan Sore Ini di Cirebon, BMKG: Suhu Capai 31°C, Intensitas SedangBMKG Rilis Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: Hujan Petir Ancam Sumatera, Jawa hingga Kalimantan
Keempat, pastikan saluran drainase di sekitar rumah bersih dari sumbatan agar tidak memperparah genangan saat hujan deras tiba.
Pemantauan 24 Jam Tanpa Henti
BMKG menegaskan bahwa sistem pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) beroperasi 24 jam sehari tanpa henti, menggunakan berbagai teknologi mulai dari satelit, radar, hingga stasiun pengamatan berawak dan tanpa awak. Ini memastikan setiap perkembangan Siklon Tropis Jangmi dapat terdeteksi secara real time dan informasinya segera dapat disampaikan kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait. Dalam sejarah 55 tahun terakhir, hanya lima siklon tropis yang tercatat berdampak langsung ke Indonesia, dan sebagian besar berkategori rendah. Namun dampak hujan, angin, dan gelombang dari siklon yang berada di sekitar wilayah Indonesia tetap berpotensi menimbulkan bahaya jika tidak diantisipasi dengan baik.
