BMKG Warning! Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Indonesia Hingga Akhir Mei

BMKG
Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjang Indonesia hingga 23 Januari 2026. Foto : Instagram @bmkg
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Cuaca di sejumlah wilayah Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda tidak bersahabat. Hujan deras yang datang tiba-tiba, angin kencang, hingga potensi petir mulai dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 22–28 Mei 2026. Dalam laporan terbarunya, BMKG menyebut aktivitas atmosfer yang masih aktif berpotensi memicu hujan lebat di banyak wilayah Indonesia.

Situasi ini langsung jadi perhatian karena beberapa daerah sebelumnya sudah mengalami banjir, genangan, hingga longsor akibat intensitas hujan yang meningkat.

Baca Juga:Ramalan Cuaca Cirebon Hari Ini 21 Mei 2026: BMKG Prediksi Berawan Sepanjang Hari, Suhu Hangat 25-30°CGempa Magnitudo 4,6 Guncang Sukabumi, BMKG Ungkap Lokasi dan Kedalaman Pusat Gempa

BMKG Sebut Gelombang Atmosfer Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan cuaca ekstrem kali ini dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby Equatorial yang memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik yang membuat kondisi atmosfer menjadi lebih labil.

Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diprediksi masih terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah yang masuk kategori waspada dan siaga antara lain:

  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Banten
  • Kalimantan Barat
  • Maluku
  • Papua Selatan
  • Papua Pegunungan

BMKG juga mengingatkan bahwa hujan lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang terutama pada siang hingga malam hari.

Perubahan Cuaca Terasa Ekstrem di Sejumlah Daerah

Banyak masyarakat mulai merasakan perubahan cuaca yang sangat cepat. Pagi hingga siang terasa panas terik, namun menjelang sore langit mendadak gelap dan hujan turun deras.

BMKG menyebut kondisi seperti ini umum terjadi pada masa peralihan musim. Suhu panas pada siang hari memicu pembentukan awan konvektif yang kemudian berkembang menjadi hujan lebat dalam waktu singkat.

Di beberapa wilayah, hujan deras bahkan menyebabkan genangan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Pengendara motor dan mobil diminta lebih berhati-hati karena jarak pandang bisa turun drastis saat hujan deras terjadi.

Selain itu, angin kencang juga mulai dilaporkan terjadi di beberapa daerah pesisir dan dataran tinggi.

Baca Juga:Bojan Hodak Kesal, Persib Belum Juara Tapi Suasana Pesta Sudah DimulaiAl Hilal Mulai Goyah di Laga Besar, Persaingan Liga Makin Panas

BMKG Minta Warga Hindari Area Rawan

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. Warga yang tinggal di sekitar lereng bukit atau aliran sungai diminta memantau kondisi lingkungan secara berkala.

0 Komentar