Nilai TKA 2026 Ungkap Perbedaan Sekolah Negeri dan Swasta, SD Swasta Justru Lebih Unggul

Anak Sekolah
Ilustrasi anak Sekolah Dasar (SD) foto : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD hingga SMP resmi diumumkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dari data nasional tersebut, muncul pola menarik terkait perbedaan capaian nilai antara sekolah negeri dan swasta.

Secara umum, nilai Bahasa Indonesia masih jauh lebih tinggi dibanding Matematika di hampir seluruh jenjang pendidikan. Namun yang paling menjadi sorotan adalah perbandingan hasil TKA antara sekolah negeri dan swasta yang menunjukkan hasil berbeda di tingkat SD dan SMP.

Pada jenjang SMP dan MTs, sekolah negeri tercatat unggul dibanding sekolah swasta. Sebaliknya di tingkat SD dan MI, sekolah swasta justru mencatat rata-rata nilai lebih tinggi dibanding sekolah negeri.

Berikut rincian rata-rata nilai TKA nasional 2026:

SD/sederajat

  • Bahasa Indonesia: 60,14
  • Matematika: 43,41

SMP/sederajat

Baca Juga:Komitmen Nyata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dalam Mendukung Pendidikan Melalui PIP (Program Indonesia Pintar)Pembekalan Guru Melalui TQM Manajemen Mutu Pendidikan – Video

  • Bahasa Indonesia: 60,83
  • Matematika: 40,34

Data tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan Matematika siswa masih menjadi tantangan besar dalam sistem pendidikan nasional.

Perbandingan sekolah negeri dan swasta:

Jenjang SMP/MTs:

  • Negeri: Bahasa Indonesia 61,23 | Matematika 40,65
  • Swasta: Bahasa Indonesia 59,05 | Matematika 39,87

Jenjang SD/MI:

  • Negeri: Bahasa Indonesia 59,17 | Matematika 42,45
  • Swasta: Bahasa Indonesia 62,85 | Matematika 46,10

Hasil ini memunculkan banyak diskusi di kalangan pendidikan. Banyak pengamat menilai sekolah swasta tingkat SD kini mulai unggul karena pendekatan belajar yang lebih fleksibel, jumlah siswa lebih sedikit, hingga pengawasan akademik yang lebih intensif.

Sementara pada tingkat SMP, sekolah negeri masih mendominasi karena faktor fasilitas, kualitas guru, dan persaingan akademik yang lebih ketat.

Selain sekolah formal, Kemendikdasmen juga merilis nilai untuk PKBM dan pondok pesantren paket pendidikan. Nilainya cenderung berada di bawah rata-rata sekolah umum, terutama pada mata pelajaran Matematika.

Berikut beberapa data tambahan:

PKBM Paket B

  • Bahasa Indonesia: 48,13
  • Matematika: 37,86

Ponpes Paket B

  • Bahasa Indonesia: 52,97
  • Matematika: 37,69

PKBM Paket A

  • Bahasa Indonesia: 56,70
  • Matematika: 43,47

Ponpes Paket A

  • Bahasa Indonesia: 60
  • Matematika: 43,69

Kemendikdasmen menyebut hasil TKA 2026 akan menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, terutama dalam penguatan numerasi atau kemampuan Matematika siswa.

Fenomena nilai Bahasa Indonesia yang stabil tetapi Matematika masih rendah menunjukkan adanya “jurang logika” yang perlu segera dijembatani sistem pendidikan Indonesia.

0 Komentar