RADARCIREBON.TV – Qatar memasuki Piala Dunia 2026 dengan tekad bulat untuk membuktikan diri setelah kegagalan pahit sebagai tuan rumah empat tahun lalu. Edisi 2022 yang berakhir dengan tiga kekalahan beruntun masih membekas, namun kini cerita berbeda. Tim asuhan Julen Lopetegui datang ke turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dengan membawa skuad matang berisikan pemain-pemain yang sangat dinantikan dari generasi emas mereka. Ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan misi penebusan yang dimatangkan melalui kampanye kualifikasi yang dramatis.
Di tengah persiapan menghadapi laga pembuka Grup B melawan Swiss pada 13 Juni 2026, skuad Al Annabi mulai tancap gas mematangkan taktik. Tidak hanya mengandalkan pengalaman pahit di edisi sebelumnya, pelatih asal Spanyol itu juga bergerak cepat melakukan regenerasi dan evaluasi, membawa perpaduan sempurna antara pilar lama dan talenta baru.
Dari Tuan Rumah Hampa Menjadi Kontestan Kualifikasi
Setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan tersingkir tanpa kemenangan, Qatar sadar bahwa tiket otomatis tidak akan pernah lagi mereka dapatkan. Untuk pertama kalinya, mereka harus melewati rintangan panjang kualifikasi. Perjalanan mereka dimulai di babak kedua Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana mereka tampil dominan dengan lima kemenangan dan satu hasil imbang, cukup untuk memuncaki klasemen di atas tim-tim seperti India, Afghanistan, dan Kuwait.
Baca Juga:Skuad Resmi Jerman Piala Dunia 2026: Manuel Neuer Comeback, Julian Nagelsmann Siap Balas Kegagalan QatarMimpi Garuda Muda Pupus! Indonesia U-17 Gagal ke Piala Dunia, Meski Poin Sama dengan Qatar dan China
Namun, ujian sesungguhnya datang di babak ketiga. Menghadapi juara bertahan Piala Asia, Iran, serta Uzbekistan, Kirgistan, UEA, dan Korea Utara di Grup A, Al Annabi harus berjuang keras. Mereka mengakhiri kampanye dengan status runner-up di belakang Iran, memastikan satu dari dua tiket langsung ke Amerika Utara.
Statistik perjalanan mereka terbilang menonjol dengan 14 gol dalam 10 pertandingan, tetapi kebobolan hingga 24 gol menjadi alarm bahaya yang terus membunyikan lonceng peringatan bagi lini belakang Lopetegui.
Inti Skuad: ‘Generasi Emas’ yang Tak Terpisahkan
Julen Lopetegui mewarisi tim yang sangat kohesif, dibangun di atas fondasi pemain-pilar yang telah bermain bersama selama lebih dari satu dekade. Inti dari proyek ini adalah trio yang sangat berpengalaman:
