Kondisi inflasi disebut mulai berpengaruh terhadap aktivitas jual beli di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon. Meski mayoritas harga kebutuhan pokok masih terbilang stabil, pedagang mengaku jumlah pembeli terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Rina, pedagang bumbu dapur yang telah berjualan selama hampir sepuluh tahun di Pasar Sumber menyebutkan, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas tertentu, terutama bawang putih. Harga bawang putih yang sebelumnya berkisar Rp26.000 per kilogram, kini meningkat menjadi Rp35.000 hingga Rp38.000.
Selain bawang putih, kemiri juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Sementara itu, harga wortel dan kembang kol masih bertahan tinggi akibat faktor gagal panen di tingkat petani.
Baca Juga:RSUD Waled Kelola Parkir Secara Profesional Dan Sesuai Perda – VideoWakil Ketua DPRD Kab. Cirebon Minta Maaf Usai Komentar Di Medsos Viral – Video
Menurut Rina, penurunan daya beli mulai terasa setelah terjadinya inflasi. Jumlah pembeli di pasar disebut jauh berkurang dibandingkan kondisi normal, meski kebutuhan pangan merupakan kebutuhan harian masyarakat.
Pedagang menilai kondisi pasar saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya pasar masih ramai meski terjadi fluktuasi harga, kini masyarakat cenderung mengurangi jumlah belanja dan lebih selektif dalam membeli kebutuhan harian.
Selain faktor harga, ketidakpastian kondisi ekonomi juga dinilai memengaruhi pola belanja masyarakat. Akibatnya, pedagang harus menyesuaikan stok dagangan agar tidak mengalami kerugian akibat penurunan permintaan.
Rina berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat kembali membaik agar aktivitas jual beli di pasar tradisional kembali ramai dan memberikan dampak positif bagi pedagang kecil.