Temui Prabowo di Hambalang, Erick Thohir Bawa Misi Sertifikasi Pelatih Disabilitas dan Pelatnas Jangka Panjang

foto
foto: BPMI Setpres
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk merombak ekosistem olahraga Indonesia agar lebih inklusif dan profesional.

Hal ini disampaikan saat Presiden menerima Menpora Erick Thohir dan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6).

Pertemuan strategis ini menelurkan sejumlah poin penting, mulai dari perluasan ruang bagi atlet disabilitas, kepastian nasib atlet lewat pelatnas jangka panjang, hingga rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional.

Baca Juga:Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Jonathan David Samai Lionel Messi di Puncak Daftar GolResmi! Jadwal Manchester United Musim 2026/2027, Dua Tim Promosi Jadi Korban Pertama?

Sertifikasi Pelatih Khusus untuk 23 Juta Warga Disabilitas

Salah satu terobosan besar yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perhatian ekstra bagi masyarakat disabilitas yang gemar berolahraga. Jumlahnya tidak main-main, mencapai puluhan juta orang di seluruh Indonesia.

Menpora Erick Thohir melaporkan langsung rencana program sertifikasi kepelatihan yang menyasar kelompok disabilitas agar mereka bisa terlibat aktif dan mandiri sebagai pembina olahraga.

“Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kita terus dorong bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga. Itu hampir 11 persen. Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka,” ujar Erick.

Anggaran Pelatnas Multiyears dan Bonus Miliaran

Kabar baik juga datang untuk para atlet nasional. Erick Thohir menekankan bahwa pemusatan latihan nasional (pelatnas) tidak bisa lagi menggunakan sistem kejar tayang dengan anggaran tahunan yang kaku.

Demi hasil optimal di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade, sistem pembinaan harus berjalan dalam jangka panjang (multiyears).

Presiden Prabowo pun menyetujui pendekatan ini, mengingat prestasi atlet Indonesia yang belakangan terus menanjak naik. Tak hanya mengamankan sistem latihan, pemerintah juga sudah menyiapkan apresiasi yang menggiurkan bagi para peraih medali.

“Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya,” lanjut Erick.

0 Komentar