Kemacetan di sejumlah perlintasan sebidang kereta api di Kota Cirebon menjadi perhatian pemerintah. Tingginya volume kendaraan yang berbarengan dengan jadwal padat perjalanan kereta api menyebabkan antrean panjang saat palang pintu ditutup. Sebagai solusi, pembangunan flyover mulai dipersiapkan dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada tahun 2028.
Pemerintah terus mengkaji penanganan kemacetan di perlintasan sebidang kereta api di Kota Cirebon. Berdasarkan data, terdapat sebelas perlintasan sebidang di wilayah kota yang seluruhnya telah dilengkapi palang pintu serta dijaga oleh petugas PT KAI.
Meski demikian, tingginya volume kendaraan yang melintas membuat perlintasan kereta api tetap menjadi titik kemacetan. Kondisi ini semakin terasa saat jam sibuk kendaraan bertepatan dengan jadwal padat perjalanan kereta api, sehingga penutupan palang pintu menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang.
Baca Juga:Tantangan Nelayan Hadapi Kondisi Cuaca Ekstrem – VideoSMPN 6 Kota Cirebon Siapkan Kuota 352 Calon Siswa Baru – Video
Sebagai upaya mengurai kemacetan, pemerintah telah menyiapkan pembangunan flyover di kawasan Krucuk atau Jalan Slamet Riyadi. Proyek tersebut saat ini telah memiliki kajian awal dan akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2028.
Rencana flyover Krucuk akan terhubung dari lampu merah Pilang Raya hingga mendekati kawasan Kesenden. Jalur tersebut dirancang sebagai jalan layang yang melintasi rel kereta api untuk menghilangkan perpotongan langsung antara kendaraan dan kereta.
Secara teknis, panjang bentang flyover diperkirakan mencapai sekitar 400 meter, termasuk jalur tanjakan dan turunan. Sementara itu, ketinggian konstruksi diproyeksikan sekitar 11 meter agar memenuhi standar keamanan di atas jalur kereta api.
Pembangunan flyover ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan di perlintasan kereta api Kota Cirebon.