Hipertensi Tak Terkontrol Bisa Merusak Ginjal, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Tekanan Darah

Menurut dr. Anindia, tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal.
ilustrasi gambar : geminiAI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan hanya meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal jika tidak dikendalikan dalam jangka panjang. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM.

Menurut dr. Anindia, tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kondisi tersebut membuat pembuluh darah menjadi kaku dan keras sehingga fungsi ginjal perlahan menurun.

“Pembuluh darah ginjal itu kecil-kecil. Jadi, kalau tekanan darahnya cenderung tinggi terus-menerus, maka pembuluh darah di ginjal akan menjadi kaku dan keras, dan bisa menyebabkan gangguan atau penurunan fungsi ginjal,” ujar dr. Anindia seperti dikutip dari Antara, Senin (22/6).

Baca Juga:Khawatir Dengan Kesehatan Ginjal Anda? Makanan Ini Sangat Baik Untuk Ginjal LohSayuran Berdaun Hijau Ini Bisa Memicu Terjadinya Penyakit Batu Ginjal, Simak Informasi Berikut

Hipertensi dan Risiko Kerusakan Ginjal

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dan cairan berlebih dari tubuh. Namun, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat mengganggu proses tersebut.

Kerusakan pembuluh darah di ginjal biasanya terjadi secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, banyak penderita hipertensi tidak menyadari bahwa fungsi ginjal mereka mulai menurun.

Selain ginjal, hipertensi juga dapat menyebabkan pembuluh darah di jantung menjadi kaku. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Komplikasi Hipertensi Bisa Muncul Setelah Puluhan Tahun

dr. Anindia menjelaskan bahwa pada penderita hipertensi yang masih berusia muda, komplikasi umumnya baru muncul dalam jangka panjang.

“Komplikasinya mungkin baru akan dijumpai jangka panjang, bisa 20-25 tahun ke depan bila tekanan darah tidak terkontrol,” jelasnya.

Seseorang dinyatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya secara konsisten mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.

Gejala Hipertensi pada Orang Muda

Pada usia muda, gejala hipertensi sering kali sulit dikenali karena pembuluh darah masih cukup elastis. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari tekanan darahnya sudah tinggi.

Gejala biasanya mulai muncul ketika tekanan darah meningkat sangat tinggi.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Nyeri kepala
  • Pusing yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri
  • Mual
  • Muntah
0 Komentar