Hanya Menjadi Runner-up Grup J
Saat itu, Timnas U-23 Indonesia berstatus sebagai tuan rumah Grup J. Namun, Garuda Muda hanya mampu mengakhiri fase kualifikasi di posisi runner-up grup, berada di bawah Korea Selatan yang berhasil menjadi juara grup.
Hasil tersebut membuat Indonesia gagal mengamankan tiket menuju putaran final Piala Asia U-23 2026 yang menjadi syarat utama tampil di Asian Games.
KOI Sempat Mengupayakan Protes
Sebelum keputusan final dipastikan, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sempat berupaya memperjuangkan peluang Indonesia agar tetap dapat berpartisipasi.
Baca Juga:PSSI Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Indra Sjafri Usai Timnas U23 Gagal di SEA Games 2025Jennifer Coppen dan Justin Hubner Resmi Menikah, Erick Thohir Jadi Saksi Akad Nikah
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyuarakan keberatan terhadap kebijakan pembatasan peserta yang diterapkan dalam cabang olahraga sepak bola putra.
Upaya tersebut dilakukan bersama sejumlah negara lain yang terdampak oleh sistem seleksi baru. Namun hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan dari pihak penyelenggara.
Belum Ada Perubahan Regulasi
Meski berbagai masukan telah disampaikan, aturan yang berlaku tetap mengacu pada keputusan AFC, OCA, dan AINAGOC. Karena itu, Indonesia harus menerima kenyataan tidak bisa tampil di Asian Games 2026.
Target Timnas U-23 Indonesia Tidak Terwujud
Absennya Indonesia juga berdampak pada sejumlah target yang sebelumnya sempat diproyeksikan PSSI untuk tim nasional kelompok usia tersebut.
Tim yang kini ditangani Gerald Vanenburg tidak memiliki kesempatan untuk bersaing di Asian Games 2026. Padahal, ajang tersebut sebelumnya masuk dalam agenda penting pengembangan prestasi sepak bola Indonesia.
Sebagai catatan, pada Asian Games 2022 yang berlangsung di Hangzhou, perjalanan Indonesia terhenti pada babak 16 besar setelah dikalahkan Uzbekistan.
