Harga Minyak Turun di Bawah US$ 70 per Barel, Aktivitas Selat Hormuz Kembali Normal

Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan dan bahkan sempat bergerak di bawah level US$ 70 per barel.
src-img : pexels
0 Komentar

Namun kondisi kali ini berbeda. Meskipun stok berada pada level terendah sejak 2014, harga minyak justru masih bergerak melemah.

Harga Minyak Sempat Melonjak Akibat Konflik AS-Israel

Sebelum mengalami penurunan, harga minyak mentah Amerika Serikat sempat mencatat lonjakan tajam hingga mencapai US$ 119,48 per barel.

Kenaikan tersebut terjadi setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada akhir Februari 2026.

Baca Juga:Setelah Cetak Rekor 18 Gol, Messi Masih Bisa Tambah Sejarah di Piala Dunia 2030Trump Klaim Iran Jamin Bebas Tarif di Selat Hormuz, Ancaman Hentikan Negosiasi jika Bohong

Cadangan Strategis Bantu Menahan Lonjakan Harga

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mengambil langkah dengan melepaskan sebagian minyak dari cadangan strategis nasional.

Kebijakan tersebut dinilai membantu menekan kenaikan harga yang lebih tinggi dan menjaga stabilitas pasokan di pasar energi domestik.

Langkah tersebut juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meredanya tekanan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir.

Sentimen Penjual Masih Mendominasi Pasar

Menurut Carl Larry, Manajer Penjualan di perusahaan analisis pasar energi Enverus, penurunan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen penjual yang masih kuat di pasar.

Pelaku pasar disebut terus mendorong harga kontrak berjangka ke level yang lebih rendah sambil mencari titik keseimbangan baru yang dianggap sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Minyak Saat Ini

Beberapa faktor yang menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Kembali normalnya aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz.
  • Penurunan stok minyak di Cushing, Oklahoma.
  • Kondisi pasokan dan permintaan energi global.
  • Dampak konflik geopolitik yang masih berlangsung.
  • Kebijakan pelepasan cadangan strategis minyak oleh pemerintah AS.
0 Komentar