Trump Klaim Iran Jamin Bebas Tarif di Selat Hormuz, Ancaman Hentikan Negosiasi jika Bohong

Donald Trump
Donald Trump foto : @realdonaldtrump
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah memberi jaminan bahwa tidak ada pungutan tarif, biaya asuransi, atau biaya lainnya yang diminta atau diterima oleh Iran atas kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Klaim ini disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu (24/6/2026), seraya memperingatkan bahwa negosiasi akan segera dihentikan jika jaminan tersebut terbukti palsu. Pernyataan Trump ini muncul di tengah sikap Iran dan Oman yang justru menyatakan akan mempelajari pengenaan biaya layanan maritim di jalur perairan strategis tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan pernah menerima pungutan apa pun di Selat Hormuz karena melanggar hukum internasional.

Trump: Iran Beri Jaminan Bebas Biaya

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menulis bahwa Iran telah memberi tahu AS bahwa, bertentangan dengan pemberitaan palsu, tidak ada tol, biaya asuransi, atau pungutan lain yang diminta atau diterima oleh Iran atas kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Namun, Trump juga menyertakan ancaman tegas. Ia memperingatkan bahwa jika informasi dari Iran tersebut terbukti palsu, negosiasi akan segera diakhiri. “Jika ini adalah informasi palsu dari Iran, negosiasi akan berakhir, segera,” tulis Trump.

Baca Juga:Target Swasembada Energi 4 Tahun, Prabowo: Juli 2026 Launching B50, Impor Solar BerakhirPrabowo di Gorontalo: Hanya di Indonesia Polisi dan Tentara ke Sawah, Ini Jurus Strategis Swasembada Pangan

Pernyataan Trump ini tidak menyebutkan secara jelas apakah jaminan bebas tarif tersebut masih berlaku setelah masa negosiasi 60 hari berakhir. Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS dan Iran justru menyebutkan bahwa Selat Hormuz akan bebas biaya hanya selama 60 hari pertama, setelah itu Iran dan Oman akan menentukan administrasi masa depan selat tersebut.

Iran dan Oman Bahas Biaya Layanan Maritim

Di sisi lain, Iran dan Oman justru bergerak ke arah yang berbeda. Dalam pernyataan bersama pada Selasa (23/6/2026), kedua negara menegaskan akan mempelajari biaya yang akan dikenakan untuk layanan yang diberikan dalam mengelola Selat Hormuz.

Iran berulang kali menegaskan akan memberlakukan apa yang disebut sebagai biaya layanan maritim untuk melintasi selat tersebut, sebagai pengganti “biaya tol”. Ketua negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan biaya itu akan berlaku setelah periode 60 hari negosiasi yang diatur dalam MoU dengan AS berakhir.

0 Komentar