RADARCIREBON.TV – Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan dan bahkan sempat bergerak di bawah level US$ 70 per barel pada perdagangan Rabu. Penurunan ini terjadi seiring kembali aktifnya lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.
Meski terdapat indikasi berkurangnya pasokan di Amerika Serikat, tekanan jual di pasar minyak masih mendominasi sehingga harga belum mampu bergerak naik secara signifikan.
Pergerakan harga minyak terbaru ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah berbagai faktor yang biasanya dapat mendorong kenaikan harga energi global.
Baca Juga:Setelah Cetak Rekor 18 Gol, Messi Masih Bisa Tambah Sejarah di Piala Dunia 2030Trump Klaim Iran Jamin Bebas Tarif di Selat Hormuz, Ancaman Hentikan Negosiasi jika Bohong
Harga Minyak Mentah AS Turun di Tengah Sentimen Pasar
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan utama pasar domestik Amerika Serikat, sempat turun hingga menyentuh level US$ 69,63 per barel.
Namun setelah itu, harga perlahan bergerak stabil dan diperdagangkan di kisaran US$ 70,34 per barel.
Penurunan harga minyak tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mencermati kondisi pasokan global serta perkembangan situasi geopolitik yang memengaruhi perdagangan energi dunia.
Aktivitas Kapal Tanker di Selat Hormuz Jadi Sorotan
Salah satu faktor yang turut memengaruhi pergerakan harga adalah kembali normalnya aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Jalur laut ini memiliki peran penting dalam distribusi minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. Ketika aktivitas pelayaran berjalan lancar, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan cenderung berkurang sehingga tekanan terhadap harga minyak ikut mereda.
Stok Minyak Cushing Turun ke Level Terendah dalam 12 Tahun
Di sisi lain, data terbaru menunjukkan stok minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, mengalami penurunan cukup signifikan.
Berdasarkan laporan Badan Informasi Energi Amerika Serikat, cadangan minyak di lokasi tersebut turun menjadi sekitar 19 juta barel pada pekan lalu.
Baca Juga:Ulang Tahun ke-39 Lionel Messi, Perjalanan Sang GOAT yang Menjadi Kado Terindah Sepak Bola DuniaSkema Baru Grab-Gojek Mulai Juli 2026, Pengemudi Minta Perhitungan Transparan
Cushing Jadi Barometer Pasokan Minyak AS
Cushing dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan minyak terbesar dan paling penting di dunia. Lokasi ini sering digunakan sebagai indikator kondisi pasokan minyak di Amerika Serikat.
Biasanya, ketika persediaan minyak di Cushing menurun, pasar akan melihat adanya potensi keterbatasan pasokan yang dapat mendorong harga minyak naik.
