Roroh mengatakan selama ini kios tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya. Ia pun berencana tetap bertahan hingga proyek pembangunan depo BRT benar-benar dimulai.
Pedagang Lain Mengaku Pasrah
Menunggu Kejelasan Kelanjutan Usaha
Kondisi serupa juga dialami Nurjaman, pedagang batagor yang telah mencari nafkah di Terminal Cicaheum selama sekitar 20 tahun.
Menurutnya, sebagai warga dirinya hanya bisa mengikuti kebijakan pemerintah terkait pengalihan fungsi terminal. Meski demikian, hingga saat ini ia belum memiliki kepastian mengenai lokasi baru untuk melanjutkan usahanya.
Baca Juga:HP Android Ternyata Punya Tanggal Kedaluwarsa, Begini Cara MengeceknyaUpdate Kasus Taufik Hidayat: Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan Sadis Wanita di Bandung
Situasi tersebut membuat sebagian pedagang memilih tetap bertahan sembari menunggu keputusan resmi mengenai kompensasi maupun rencana relokasi.
Pemkot Bandung Masih Mengkaji Skema Kompensasi
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian, menjelaskan bahwa para pedagang masih diperbolehkan beraktivitas di area terminal meski layanan angkutan telah dipindahkan seluruhnya ke Terminal Leuwipanjang.
Ia menyebutkan bahwa pembahasan mengenai kompensasi masih berada dalam tahap pengkajian. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan proses perhitungan bersama konsultan sebelum kebijakan tersebut ditetapkan.
Penutupan Terminal Cicaheum menjadi bagian dari transformasi sistem transportasi di Kota Bandung. Di sisi lain, para pedagang yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut masih berharap adanya kepastian terkait kompensasi dan kelanjutan usaha mereka.
