Di lini depan, Jonathan David jadi tumpuan utama dengan sumbangan 3 gol. Ketajamannya dipadu bersama kecepatan Tajon Buchanan dan Tani Oluwaseyi memberi variasi serangan, terutama ketika Kanada memanfaatkan ruang terbuka melalui transisi cepat.
Sementara itu, absennya Ismael Kone akibat cedera patah kaki masih menjadi kehilangan besar bagi skuad Jesse Marsch. Sebelum cedera, gelandang berusia 24 tahun itu termasuk salah satu motor permainan. Tanpa dirinya, kini tanggung jawab mengatur tempo berada di tangan Stephen Eustaquio yang kembali menjadi poros lini tengah.
Jelang laga ini, Eustaquio mengungkap bahwa timnya harus yakin bisa melewati aral Singa Atlas.
Baca Juga:Hasil Piala Dunia Tadi Malam: Daftar Tim Lolo ke Babak 16 Besar dan Jadwal Pertandingan 4 Juli 2026Jadwal Voli Putri U18 Indonesia vs Filipina AVC Girls 2026 Live Moji TV dan Vidio: Penentuan Tiket 8 Besar
“Saya pikir ketika bermain di babak gugur Piala Dunia, keyakinan itu sangat penting. Siapa tahu, jika kami bermain baik, kami bisa mewujudkan sesuatu. Kami memiliki tim yang spesial dan merasa seperti saudara. Saat kami berjuang satu sama lain, hal-hal istimewa bisa terjadi,” ujar Eustaquio, dikutip dari laman resmi FIFA.
Di sisi seberang, salah satu kekuatan terbesar Maroko terletak pada kualitas distribusi bola. Saat menghadapi Belanda, Atlas Lions menguasai ball possesion dengan total 813 umpan sukses, menunjukkan kemampuan mereka menguasai tempo permainan meski dalam tekanan tinggi. Pola ini juga terlihat ketika Brahim Diaz dan kolega bersua Brasil maupun Skotlandia selama fase grup.
Sementara itu, lini belakang Maroko kembali dipimpin Achraf Hakimi dan Nayef Aguerd. Yassine Bounou tetap jadi sosok penting di bawah mistar. Di sektor serang, Ismael Saibari tampil sebagai salah satu pemain paling berbahaya sepanjang turnamen dengan sumbangan 3 gol.
Dukungan Bilal El Khannouss, Neil El Aynaoui, dan Brahim Diaz bikin variasi serangan Singa Atlas tidak hanya bergantung pada satu pemain.
Meski diunggulkan, anak asuh Mohamed Ouahbi kali ini datang dengan waktu pemulihan lebih singkat usai bertarung sampai babak tambahan melawan Belanda. Kondisi fisik menjadi pekerjaan rumah bagi Mohamed Ouahbi, mengingat intensitas pertandingan pada fase gugur semakin tinggi.
“Kami terus berkembang, dan tujuan kami adalah terus meningkatkan performa,” ujar Ouahbi jelang kontra The Reds.
