RADARCIREBON.TV- Rasa tak nyaman di area perut sering kali bikin kita bingung. Asal terasa mual, perih, atau dada seperti terbakar, banyak dari kita yang langsung menyimpulkan, “Ah, ini pasti maag!”
Padahal dalam dunia medis, maag dan GERD adalah dua masalah kesehatan yang berbeda, baik dari segi lokasi, mekanisme, maupun gejala utamanya.
Memahami perbedaannya sangat penting agar kita tidak salah mengambil penanganan pertama. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perbedaan maag dan GERD secara medis dengan bahasa yang mudah dipahami:
Baca Juga:Pemilik Chelsea Mark Walter Dikabarkan Jual Saham, Ada Kasus Dugaan Penyelewengan Rp250 Triliun!Foto Penting Terhapus? Jangan Panik! Begini Cara Mengembalikannya dengan Mudah
1. Perbedaan Lokasi dan Masalah Utama
Maag (Gastritis / Dispepsia):
Istilah “maag” sebenarnya merujuk pada kumpulan gejala yang terjadi akibat peradangan atau iritasi pada dinding lambung.
Masalah utamanya ada di dalam lambung itu sendiri, biasanya karena dinding lambung terinfeksi bakteri (H. pylori), terkikis asam lambung berlebih, atau akibat efek samping obat-obatan tertentu.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease):
GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Masalah utamanya terletak pada melemahnya katup bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter).
Katup yang harusnya menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung justru longgar, sehingga asam lambung bebas bocor dan naik ke atas.
2. Perbedaan Gejala Khas yang Dirasakan
Meski sama-sama dipicu oleh asam lambung, gejala yang muncul pada tubuh sebenarnya cukup mudah dibedakan:
Gejala Khas Maag:
– Rasa perih, melilit, atau nyeri cengkeram di perut bagian atas (ulu hati).
– Perut terasa kembung, penuh, atau cepat kenyang saat makan.
– Sering mual dan ingin muntah.
– Gejala biasanya membaik atau justru memburuk tepat setelah makan.
Gejala Khas GERD:
– Sensasi Heartburn: Rasa panas seperti terbakar di dada yang menjalar hingga ke tenggorokan.
Baca Juga:Redmi Note 17 Pro Max Resmi Meluncur 27 Agustus, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Fast Charging 100W!Belanda Menjajah Indonesia Ratusan Tahun, Kok Bahasa Belandanya Tak Populer? Ini Alasannya
– Mulut Terasa Pahit/Asam: Ada cairan asam lambung yang naik dan terasa di belakang mulut.
– Gangguan Tenggorokan: Sering merasa ada yang mengganjal di tenggorokan, batuk kering terus-menerus, hingga suara menjadi serak.
– Gejala makin parah saat Anda berbaring, membungkuk, atau setelah makan porsi besar.
3. Dampak Bahaya Jika Dibiarkan
Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, kedua gangguan ini bisa memicu komplikasi yang berbeda. Maag yang parah dan berkepanjangan dapat memicu luka terbuka pada dinding lambung (tukak lambung) hingga risiko pendarahan internal.
