RADARCIREBON.TV- Batuk tak kunjung sembuh selama berminggu-minggu padahal sudah bolak-balik minum obat batuk biasa? Jangan buru-buru menyimpulkan kalau itu cuma flu atau masalah paru-paru biasa.
Bisa jadi, dalang di balik batuk membandel tersebut justru berasal dari masalah pencernaan, yaitu penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Mengutip penjelasan dari EMC Healthcare, keterkaitan antara batuk kronis dan gangguan lambung masih jarang disadari masyarakat.
Baca Juga:Pemilik Chelsea Mark Walter Dikabarkan Jual Saham, Ada Kasus Dugaan Penyelewengan Rp250 Triliun!Foto Penting Terhapus? Jangan Panik! Begini Cara Mengembalikannya dengan Mudah
Akibatnya, banyak orang keliru mengobatinya sehingga gejala tak kunjung mereda dan berisiko memicu masalah kesehatan yang lebih parah.
Kok Bisa Asam Lambung Bikin Batuk?
GERD terjadi ketika katup pembatas di bagian bawah kerongkongan (Lower Esophageal Sphincter) melemah. Harusnya, katup ini menutup rapat setelah makanan masuk ke perut.
Namun saat katup ini longgar, cairan asam lambung yang bersifat sangat korosif bebas melonjak naik ke saluran kerongkongan.
Saat cairan asam ini mengalir naik hingga mencapai area tenggorokan, dinding kerongkongan akan mengalami iritasi.
Efek iritasi berkelanjutan inilah yang otomatis merangsang saraf di saluran pernapasan dan memicu refleks batuk secara terus-menerus.
Ciri Khas Batuk Akibat GERD
Batuk karena asam lambung punya karakteristik unik yang membedakannya dari batuk akibat flu atau bronkitis. Celakanya, batuk jenis ini sering muncul tanpa disertai sensasi dada terbakar (heartburn), sehingga kerap menipu penderitanya.
Berikut beberapa tanda khas yang perlu diwaspadai:
– Makin Parah saat Berbaring atau Malam Hari: Batuk terasa makin menggebu-gebu ketika kamu posisi rebahan atau tidur. Hal ini terjadi karena posisi tubuh datar memudahkan asam lambung mengalir naik ke kerongkongan.
Baca Juga:Redmi Note 17 Pro Max Resmi Meluncur 27 Agustus, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Fast Charging 100W!Belanda Menjajah Indonesia Ratusan Tahun, Kok Bahasa Belandanya Tak Populer? Ini Alasannya
– Ada Sensasi Heartburn: Muncul rasa hangat atau panas seperti terbakar di area dada, biasanya makin terasa usai makan atau saat membungkuk.
– Suara Serak dan Tenggorokan Gatal: Asam lambung yang berhasil naik hingga pita suara bisa memicu peradangan (laringitis). Akibatnya, suara berubah jadi parau/serak dan tenggorokan terasa terus-terusan gatal/mengganjal.
– Susah Menelan (Disfagia): Tenggorokan terasa seperti ada ganjalan yang bikin momen menelan makanan jadi tidak nyaman.
