4. Sambungkan website ke WhatsApp
melalui plugin seperti Click to Chat atau plugin serupa. Tombol WhatsApp biasanya muncul pada halaman produk maupun bagian bawah situs sehingga mudah ditemukan pengunjung. Fitur ini memudahkan calon pembeli bertanya mengenai stok, variasi produk, ongkos kirim, atau cara pembayaran. Cara ini sangat cocok bagi pelaku UMKM yang masih melayani transaksi secara manual. Komunikasi pun berlangsung lebih cepat karena pelanggan tidak perlu mencari nomor WhatsApp secara terpisah.
5. Optimalkan toko sebelum dipublikasikan
Sebelum toko dibuka untuk umum, lakukan pengecekan pada seluruh halaman. Pastikan informasi produk, harga, stok, formulir kontak, serta tombol WhatsApp berfungsi dengan baik. Uji pula tampilan situs melalui komputer dan HP agar pengalaman pengguna tetap nyaman. Tambahkan plugin keamanan, pencadangan data otomatis, optimasi kecepatan, serta plugin SEO supaya situs lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari. Setelah semua pengaturan selesai, kamu dapat mempromosikan toko melalui media sosial, Google, maupun WhatsApp kepada pelanggan.
Membangun toko online memakai WordPress dan WooCommerce menjadi solusi yang fleksibel karena seluruh data dan tampilan toko berada di bawah kendali pemilik usaha. Kekurangannya adalah penjual harus berusaha lebih keras dalam mempromosikan tokonya. Selain itu, meski terbebas dari biaya layanan marketplace, penjual perlu membayar biaya hosting dan domain tahunan.
