Selain itu, kandungan polifenol di dalam apel memiliki efek antibakteri yang dapat menghambat bakteri penghasil senyawa sulfur. Dengan berkurangnya bakteri tersebut, bau mulut pun dapat ikut berkurang sehingga napas terasa lebih segar.
4. Yogurt Tawar Dukung Mikrobioma Usus
Yogurt tawar atau plain yogurt juga masuk dalam daftar makanan yang dapat membantu mengurangi bau mulut.
Mengutip Very Well Health, konsumsi yogurt tawar secara rutin dapat mendukung kesehatan mikrobioma usus. Mikrobioma usus yang sehat diketahui mampu membantu mengurangi produksi metabolit yang berkaitan dengan munculnya bau mulut.
Baca Juga:Rutin Makan Cokelat Setiap Hari, Ini Manfaat dan Risiko yang Perlu DiketahuiAnak Sering Berbohong? Coba Terapkan 7 Cara Menanamkan Kejujuran Ini
Karena itu, memilih yogurt tanpa tambahan gula dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kesehatan tubuh sekaligus menjaga kesegaran napas.
5. Ketimun Tingkatkan Produksi Air Liur
Ketimun merupakan sayuran berserat yang dapat membantu meningkatkan produksi air liur. Air liur memiliki fungsi penting untuk membilas bakteri penyebab bau mulut yang menempel di rongga mulut.
Selain ketimun, sayuran berserat seperti seledri juga memiliki manfaat serupa. Menjadikan ketimun sebagai lalapan setelah makan bisa menjadi cara sederhana untuk membantu menjaga kesegaran mulut.
Cara Menjaga Mulut Tetap Segar Selain Memilih Makanan
Mengonsumsi makanan yang tepat sebaiknya tetap diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan mulut, seperti:
- Menyikat gigi secara rutin.
- Membersihkan lidah.
- Minum air putih yang cukup.
- Mengurangi sisa makanan yang tertinggal di rongga mulut.
Dengan menggabungkan pola makan yang baik dan kebersihan mulut yang terjaga, risiko bau mulut dapat diminimalkan sehingga rasa percaya diri saat berbicara dengan orang lain pun tetap terjaga.
