Hari pertama masuk sekolah identik dengan berbagai dinamika, mulai dari rebutan kursi hingga orang tua yang datang terlalu pagi. Namun suasana berbeda terlihat di SDN Jagasatru 1 Kota Cirebon, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS tahun ajaran 2026 berlangsung tertib dan kondusif dengan mengusung konsep MPLS ramah yang berfokus pada kenyamanan serta adaptasi siswa baru.
Pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di SDN Jagasatru 1 Kota Cirebon berlangsung semarak namun tetap tertib. Puluhan siswa baru mengenakan atribut MPLS berwarna kuning dan merah, duduk bersama di halaman sekolah mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan salam sapa murid baru yang melibatkan siswa kelas atas sebagai penyambut. Selanjutnya para peserta mengikuti upacara bendera, pengenalan guru, lingkungan sekolah, hingga kegiatan perkenalan diri. Pada hari pertama ini, sekolah menargetkan seluruh siswa berani memperkenalkan diri menggunakan nama lengkap mereka.
Baca Juga:Tumpukan Sampah Di Jalur Cirebon Bandung Dibersihkan – VideoAkses Jalan Penghubung Astanajapura Pangenan Hancur – Video
MPLS akan berlangsung selama lima hari dengan fokus utama pada pembentukan karakter dan penggalian potensi siswa. Pada hari terakhir, sekolah akan menggelar unjuk bakat yang memberikan kesempatan kepada setiap siswa menampilkan kemampuan terbaiknya.
Tahun ajaran 2026/2027 ini SDN Jagasatru 1 menerima 40 siswa baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Secara keseluruhan jumlah siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mencapai 243 orang.
Sementara itu, guru SDN Jagasatru 1 menyebut tidak terjadi rebutan kursi maupun keributan pada hari pertama sekolah. Kondisi tersebut merupakan hasil koordinasi dan persiapan yang telah dilakukan pihak sekolah sebelum dimulainya tahun ajaran baru.
Meski demikian, antusiasme orang tua masih menjadi fenomena tersendiri, pihak sekolah mengungkapkan ada wali murid datang sejak subuh bahkan mengetuk rumah penjaga sekolah agar bisa masuk lebih awal.
Melalui pendekatan yang mengedepankan afeksi dan komunikasi intensif dengan orang tua, sekolah berharap seluruh siswa dapat beradaptasi dengan baik. Target akhirnya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menekan potensi anak enggan bersekolah hingga nol persen.