Antam Siap Serap 100 Persen Produksi Emas Smelter Freeport, Perkuat Hilirisasi Tambang Nasional

Harga emas Antam hari ini saat Idul Adha 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat.
src-img : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan kesiapan untuk menyerap seluruh produksi emas yang dihasilkan smelter PT Freeport Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi industri pertambangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri.

Direktur Utama Antam, Nico Kanter, mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas pemurnian logam mulia yang memadai untuk mengolah emas hasil produksi Freeport. Dengan kerja sama tersebut, emas yang sebelumnya banyak diproses di luar negeri diharapkan dapat dimurnikan dan dimanfaatkan sepenuhnya di Indonesia.

“Kami siap menyerap 100 persen produksi emas dari smelter Freeport,” ujar Nico dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini 14 Juli 2026: Kompak Turun di Pegadaian dan Logam Mulia, Pantau Harga Sebelum Beli!Harga Perak Antam Hari Ini 13 Juli 2026: Turun Rp400 Jadi Rp40.150 per Gram, Pantau Tren Pelemahan!

Kerja sama ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung program hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Selain meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, pengolahan emas di dalam negeri juga berpotensi memperkuat industri logam mulia nasional.

Smelter PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu fasilitas pemurnian tembaga terbesar di dunia. Selain menghasilkan katoda tembaga, fasilitas tersebut juga memproduksi logam mulia seperti emas dan perak sebagai produk sampingan dari proses pemurnian konsentrat.

Selama ini, sebagian besar hasil logam mulia masih membutuhkan proses lanjutan sebelum dipasarkan. Dengan keterlibatan Antam, rantai pasok emas nasional diharapkan menjadi lebih terintegrasi, mulai dari penambangan, pemurnian, hingga distribusi produk logam mulia kepada masyarakat dan industri.

Selain mendukung hilirisasi, sinergi antara Antam dan Freeport juga diperkirakan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jasa pemurnian di luar negeri. Kondisi tersebut dinilai akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia, termasuk peningkatan penerimaan negara, efisiensi biaya logistik, serta penguatan industri pengolahan mineral domestik.

Pemerintah sendiri terus mendorong perusahaan tambang untuk meningkatkan pengolahan mineral di dalam negeri. Kebijakan hilirisasi dianggap mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Bagi Antam, tambahan pasokan emas dari smelter Freeport juga berpotensi memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen dan distributor logam mulia terbesar di Indonesia. Produk emas Antam selama ini menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat karena memiliki tingkat likuiditas tinggi dan mudah diperjualbelikan.

0 Komentar