Persaingan Abadi: Dari ‘Tangan Tuhan’ hingga Kartu Merah Beckham
Laga Argentina vs Inggris bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah duel yang sarat sejarah, emosi, dan kontroversi yang membentang lebih dari 64 tahun. Kedua negara telah bertemu lima kali di Piala Dunia sebelumnya, dengan rekor pertemuan yang sangat berimbang.
Inggris memenangkan dua pertemuan pertama, termasuk kemenangan 1-0 di perempat final Piala Dunia 1966 yang digelar di Wembley, di mana Geoff Hurst mencetak gol penentu. Namun, Argentina membalikkan keadaan dengan kemenangan yang tak terlupakan di perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, Diego Maradona mencetak dua gol legendaris: ‘Tangan Tuhan’ yang kontroversial dan ‘Gol Abad Ini’ yang brilian.
Persaingan semakin memanas di Piala Dunia 1998. Inggris dan Argentina bermain imbang 2-2 sebelum Argentina menang adu penalti, namun pertandingan tersebut dikenang karena kartu merah yang diterima David Beckham setelah bersenggolan dengan Diego Simeone. Pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia terjadi pada tahun 2002, di mana Inggris menang 1-0 melalui penalti David Beckham, membalas dendam atas kejadian empat tahun sebelumnya.
Baca Juga:Hasil Piala Dunia 2026: Spanyol ke Final Usai Bungkam Prancis 2-0Prancis Tak Berkutik! Rating Pemain Spanyol usai Menang 2-0 dan Lolos ke Final Piala Dunia 2026
Kali ini, laga di Atlanta akan menjadi pertemuan keenam mereka di Piala Dunia, dan untuk pertama kalinya, Lionel Messi akan menjadi bagian dari sejarah rivalitas ini.
Messi Akhirnya Bertemu Inggris: Sebuah Pertemuan yang Tertunda
Fakta menarik menyelimuti laga ini: meskipun telah tampil dalam lebih dari 200 pertandingan untuk Argentina dan mencetak 125 gol, Lionel Messi belum pernah sekalipun menghadapi Inggris. Pertemuan terakhir kedua negara terjadi dalam laga persahabatan di Jenewa pada akhir tahun 2005, namun saat itu Messi sedang menjalani skorsing. Kini, di usia 39 tahun dan di ajang Piala Dunia, momen yang telah lama dinantikan itu akhirnya tiba.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mencoba meredam tensi dengan menyatakan bahwa ini hanyalah “sebuah pertandingan sepak bola”. Namun, ia juga mengakui bahwa skuadnya “tidak pernah lelah membuat sejarah”. Sementara itu, bek Inggris, Marc Guehi, justru melempar pernyataan berani bahwa tekanan ada di pundak Argentina sebagai juara bertahan. “Tekanan ada pada mereka, mereka adalah juara dunia,” tegas Guehi.
