RADARCIREBON.TV– Di era industri modern, keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan teknologi atau besarnya kapasitas produksi. Di balik mesin-mesin berteknologi tinggi, terdapat manusia yang menjadi penggerak utama roda organisasi. Karena itu, perusahaan yang ingin tumbuh secara berkelanjutan harus mampu menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang nyaman, sehat, dan memberikan kepastian bagi para pekerjanya.
Budaya keamanan bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan perusahaan. Isu tersebut semakin relevan seiring berkembangnya kawasan industri di wilayah Ciayumajakuning. Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga membangun budaya organisasi yang menghargai keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan sumber daya manusia.
Nilai-Nilai Organisasi sebagai Fondasi Keamanan
Pentingnya nilai-nilai organisasi tercermin dari kedudukannya dalam berbagai fenomena organisasi, termasuk identitas organisasi, budaya organisasi, kesesuaian antara individu dan organisasi (person–organization fit), serta proses sosialisasi. Nilai merupakan keyakinan yang bersifat menetap (bertahan lama), yang secara pribadi maupun sosial dipandang lebih diinginkan atau lebih baik dibandingkan keyakinan yang bertentangan, melampaui situasi-situasi tertentu, serta menjadi pedoman dalam memilih atau mengevaluasi perilaku.
Baca Juga:FH UGJ & INI Gelar Seminar Nasional Penyelesaian Sengketa Tanpa Gugat – VideoPertanyakan Perpanjangan SK, Alumni Desak Rektor Segera Gelar Mubes Ikatan Alumni UGJ
Nilai-nilai organisasi secara resmi dianut dan disahkan oleh para manajer puncak, dan anggota organisasi dapat pula mengidentifikasi jenis nilai lain seperti nilai-nilai aspiratif (aspirational values) yaitu nilai-nilai yang diyakini perlu diadopsi oleh organisasi agar mampu berkembang, beradaptasi, dan mencapai keberhasilan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Nilai-nilai organisasi turut membentuk orientasi etis organisasi, meningkatkan komitmen karyawan, serta memengaruhi hubungan organisasi dengan berbagai pihak eksternal.
Praktik Keamanan di PT Dharma Electrindo Manufacturing
PT Dharma Electrindo Manufacturing (PT DEM), merupakan sebuah perusahaan produsen kabel kelistrikan kendaraan yang beroperasi di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil wawancara dengan perwakilan Human Resources Development–General Affairs (HRD-GA) dan General Affairs–Industrial Relations (GA-IR), perusahaan menempatkan keamanan sebagai bagian dari budaya organisasi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar kewajiban administratif.
