Efektif Sebagai Perlindungan Tambahan
Vitamin C membantu menghambat pembentukan pigmen baru yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet. Penelitian menunjukkan hasil terbaik ditemukan pada produk dengan konsentrasi sekitar 10 persen.
Meski demikian, vitamin C lebih berperan dalam mencegah munculnya noda atau pigmentasi baru daripada menghilangkan hiperpigmentasi yang sudah lama terbentuk.
Retinoid dan AHA Bisa Menjadi Pilihan Tambahan
Jika warna kulit sudah telanjur tidak merata, penggunaan bahan aktif seperti retinoid maupun alpha hydroxy acid (AHA) dapat dipertimbangkan.
Baca Juga:5 Rekomendasi Sunscreen dengan SPF 50 Terbaik untuk Perlindungan Kulit MaksimalRekomendasi Skincare Wajib untuk Kulit Sehat dan Glowing
Membantu Memudarkan Hiperpigmentasi
Mengacu pada publikasi Topical Treatment for Postinflammatory Hyperpigmentation, retinoid dan AHA termasuk bahan topikal yang memiliki bukti ilmiah kuat dalam membantu memudarkan hiperpigmentasi.
Keduanya bekerja dengan mempercepat proses pergantian sel kulit sehingga warna kulit yang tidak merata dapat berangsur memudar.
Namun, hasil penggunaan kedua bahan tersebut akan lebih optimal apabila tetap disertai pemakaian sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap hari.
Konsistensi Menjadi Kunci Perawatan Kulit
Perlu dipahami bahwa tidak ada produk yang mampu mengembalikan warna kulit menjadi merata dalam waktu semalam.
Perawatan kulit belang membutuhkan proses yang konsisten, mulai dari rutin menggunakan sunscreen, menjaga kelembapan kulit, hingga memilih produk dengan kandungan bahan aktif yang telah didukung oleh penelitian ilmiah.
Dengan langkah-langkah tersebut, risiko hiperpigmentasi akibat sinar matahari dapat diminimalkan sekaligus membantu warna kulit kembali tampak lebih merata secara bertahap.
