Mengguncang! Riset Terbaru: Berjemur Saja Belum Cukup Tingkatkan Vitamin D, Ini Faktor Penentunya

Ilustrasi seorang wanita berjemur di bawah sinar matahari pagi dengan latar belakang taman
Ilustrasi seorang wanita berjemur di bawah sinar matahari pagi, temuan riset Newcastle University bahwa berjemur saja belum cukup meningkatkan vitamin D (Gemini AI)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Banyak dari kita meyakini bahwa rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi adalah cara paling ampuh untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah, namun sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan. Paparan sinar matahari saja, bahkan di musim panas sekalipun, ternyata tidak selalu menjamin kadar vitamin D dalam tubuh berada pada level yang optimal.

Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Newcastle University, Inggris. Studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition ini mengamati kadar vitamin D dari hampir 300 partisipan yang mencakup dua kelompok rentan: orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan orang dewasa dari latar belakang etnis minoritas berkulit lebih gelap . Riset yang berlangsung dari Desember 2024 hingga Agustus 2025 ini justru menemukan bahwa kekurangan vitamin D tetap meluas di kedua kelompok tersebut, bahkan saat musim panas dengan sinar matahari melimpah .

Mengapa Sinar Matahari “Gagal” Bekerja?

Temuan ini menjadi pengingat bahwa produksi vitamin D dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya intensitas sinar matahari. Profesor Bernard Corfe, salah satu peneliti, menyatakan bahwa hasil ini menantang kepercayaan umum bahwa peningkatan paparan sinar matahari musim panas saja sudah cukup untuk memulihkan kadar vitamin D, terutama bagi kelompok rentan .

Baca Juga:Cara Nonton 99th Anniversary Game Persebaya vs PSIS: Live di Indosiar dan Link StreamingWajib Coba! 5 Resep Masakan Rumahan Praktis untuk Menu Makan Siang dan Malam

1. Faktor Usia dan Pigmen Kulit

Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi kurang efisien dalam memproduksi vitamin D dari sinar matahari. Orang lanjut usia juga cenderung mengurangi aktivitas di luar ruangan . Sementara itu, melanin—pigmen yang memberi warna pada kulit—bertindak seperti tabir surya alami yang menghalangi sinar UV. Akibatnya, individu dengan kulit lebih gelap membutuhkan paparan sinar matahari yang lebih lama untuk menghasilkan vitamin D dalam jumlah yang sama dengan orang berkulit terang .

2. Faktor Geografis dan Durasi Paparan

Lokasi geografis juga memegang peranan penting. Di wilayah seperti Inggris Utara yang memiliki sinar matahari relatif lemah, paparan musim panas mungkin tidak cukup bagi semua orang . Bahkan di wilayah dengan sinar matahari lebih kuat sekalipun, durasi dan frekuensi paparan yang tidak konsisten menjadi kendala. Penelitian di Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan bahwa paparan sinar UVB selama 25 menit dalam tiga kali seminggu selama enam pekan dapat meningkatkan kadar vitamin D secara signifikan .

0 Komentar