Riset Terbaru: Berjemur Saja Belum Tentu Meningkatkan Kadar Vitamin D

Banyak orang menganggap rutin berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.
Paparan sinar matahari saja tidak selalu menjamin kadar vitamin D dalam tubuh tetap optimal, menurut hasil riset terbaru. src-img : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Banyak orang menganggap rutin berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Namun, hasil riset terbaru menunjukkan anggapan tersebut belum tentu benar. Paparan sinar matahari ternyata tidak selalu menjamin kadar vitamin D dalam tubuh berada pada tingkat yang optimal.

Temuan ini berasal dari penelitian Newcastle University, Inggris, yang menemukan bahwa kekurangan vitamin D masih banyak terjadi meski penelitian dilakukan pada periode paling cerah dalam setahun. Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan vitamin D dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya intensitas sinar matahari.

Riset Ungkap Kekurangan Vitamin D Tetap Tinggi

Penelitian yang dilakukan pada Desember 2024 hingga Agustus 2025 melibatkan 299 peserta. Tim peneliti yang dipimpin ahli nutrisi Bernard Corfe mengamati kadar vitamin D pada dua kelompok, yakni peserta berusia di atas 65 tahun dan orang dewasa berusia di atas 18 tahun dengan warna kulit yang lebih gelap.

Baca Juga:Ini Dia! 10 Makanan Ampuh Atasi Kekurangan Vitamin DPenuh Gizi dan Vitamin, Nikmati Segudang Manfaat Sayur Tinggi Serat 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D masih cukup tinggi di kedua kelompok tersebut.

Hasil Penelitian pada Peserta

Temuan utama dalam penelitian ini meliputi:

  • Lebih dari separuh peserta berusia 65 tahun ke atas memiliki kadar vitamin D di bawah ambang batas.
  • Lebih dari 72 persen peserta dewasa muda dengan kulit lebih gelap juga memiliki kadar vitamin D di bawah ambang batas.

Menurut Bernard Corfe, hasil tersebut cukup mengejutkan karena kadar vitamin D tidak mengalami peningkatan meski penelitian berlangsung pada bulan-bulan musim panas.

Fungsi Vitamin D bagi Tubuh

Vitamin D memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan vitamin lainnya. Selain diperoleh dari makanan, vitamin D juga dapat diproduksi secara alami oleh tubuh ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari.

Karena itu, kekurangan vitamin D memang lebih sering ditemukan di negara dengan empat musim, terutama saat musim dingin ketika paparan sinar matahari sangat terbatas.

Manfaat Vitamin D yang Telah Diteliti

Sejumlah penelitian menunjukkan vitamin D memiliki kaitan dengan berbagai aspek kesehatan.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Berhubungan dengan kesehatan mental. Meta-analisis yang diterbitkan pada 2022 menemukan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi berkaitan dengan gejala depresi yang lebih sedikit pada individu yang telah didiagnosis depresi.
  • Sejumlah ilmuwan juga mengaitkan vitamin D dengan risiko kanker dan diabetes yang lebih rendah. Namun, penelitian mengenai hal tersebut masih terus berlangsung sehingga belum dapat disimpulkan secara pasti.
0 Komentar