Total waktu yang dibutuhkan untuk membangun dan membongkar panggung di tengah lapangan, serta menunggu rumput disiram, membuat jeda menjadi jauh lebih lama dari yang dijanjikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen FIFA terhadap aturan permainan yang telah ditetapkan.
Kritik Pedas dari Para Legenda
Keputusan FIFA menuai kritik tajam dari berbagai pihak, terutama para legenda sepak bola. Mantan kapten timnas Inggris, Wayne Rooney, yang bertugas sebagai komentator untuk BBC, melontarkan kritik pedas. Ketika ditanya mengenai momen favoritnya dari pertunjukan tersebut, Rooney menjawab, “Jujur saja, momen favoritku adalah saat pertunjukan itu berakhir”. Ia menambahkan, “Saya suka banyak artis di sana, tapi menurut saya pertunjukannya jelek. Pertunjukan itu sama sekali tidak membuat saya bersemangat dan saya ingin pertandingan sepak bola dilanjutkan”.
Kritik juga datang dari vokalis The Cure, Robert Smith, yang menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap konsep pertunjukan di jeda final Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa kritiknya bukan untuk para musisi, tetapi terhadap gagasan itu sendiri. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, bahkan memilih untuk memboikot final sebagai bentuk protes terhadap kebijakan FIFA, termasuk konsep halftime show yang dinilai mengganggu integritas kompetisi.
Baca Juga:Pesta Rakyat Spanyol: 2 Juta Orang Sambut 'Raja Dunia' di MadridRanking FIFA Terbaru Usai Piala Dunia 2026: Spanyol Juara Puncaki Klasemen, Norwegia Melesat 12 Peringkat
Banyak penggemar di media sosial yang juga menyuarakan kekecewaan mereka. Seorang pengguna X menulis, “Ini memalukan dan sangat tidak pada tempatnya di pertandingan sepak bola”. Kritik lain menyebut acara ini sebagai bukti bahwa “Piala Dunia tidak boleh lagi diadakan di Amerika” karena telah merusak atmosfer pertandingan.
FIFA Bela Diri: Hiburan dan Filantropi
Di tengah badai kritik, Presiden FIFA Gianni Infantino membela keputusan tersebut. Ia menyebut pertunjukan ini sebagai “sajian bersejarah” yang memadukan sepak bola dan musik, serta diharapkan meninggalkan warisan yang melampaui pertandingan final. FIFA juga mengaitkan acara ini dengan FIFA Global Citizen Education Fund, yang bertujuan menggalang dana sebesar 100 juta dolar AS untuk perluasan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di seluruh dunia.
Dengan segala kontroversi yang menyertainya, final Piala Dunia 2026 akan dikenang tidak hanya sebagai laga yang menentukan juara dunia, tetapi juga sebagai momen ketika FIFA mencoba mendobrak tradisi dengan menghadirkan pertunjukan ala Super Bowl di tengah lapangan hijau.
