RADARCIREBON.TV – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Junín, Peru bagian tengah, pada Sabtu (19/7/2026) malam waktu setempat. Bencana ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia, sedikitnya 21 orang mengalami luka-luka, serta memaksa sekitar 300 warga mengungsi setelah puluhan rumah mengalami kerusakan parah.
Pusat gempa berada di dekat Provinsi Chupaca dengan kedalaman sekitar 24 kilometer. Tidak lama setelah gempa utama, wilayah tersebut kembali diguncang gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,7 yang memperparah kepanikan warga.
Puluhan Rumah Rusak
Otoritas Peru melaporkan sedikitnya 48 rumah hancur, sementara 18 bangunan lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Banyak bangunan di kawasan terdampak dibangun menggunakan material tradisional seperti bata tanah (adobe), sehingga lebih rentan runtuh saat diguncang gempa.
Baca Juga:Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Peru, 6 Tewas dan Ratusan Warga MengungsiBMKG Ungkap Indonesia Kini Dikepung 14 Zona Megathrust, Potensi Gempa Mencapai Magnitudo 9,2
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat kuatnya getaran yang dirasakan di berbagai wilayah sekitar pusat gempa.
Ratusan Warga Mengungsi
Akibat kerusakan tersebut, sekitar 300 warga kehilangan tempat tinggal dan untuk sementara dipindahkan ke tenda-tenda darurat yang didirikan pemerintah. Tim penyelamat bersama petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk mengevakuasi korban, membersihkan puing bangunan, serta mencari kemungkinan korban lain yang masih tertimbun reruntuhan.
Pemerintah Peru juga menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, serta perlengkapan logistik bagi warga yang terdampak bencana.
Peru Berada di Jalur Cincin Api Pasifik
Peru merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yaitu wilayah dengan aktivitas tektonik paling tinggi di dunia. Kondisi tersebut membuat negara di Amerika Selatan itu kerap mengalami gempa bumi akibat pergerakan lempeng tektonik.
Dalam beberapa dekade terakhir, Peru telah beberapa kali diguncang gempa besar yang menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Karena itu, pemerintah setempat terus meningkatkan sistem mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa berikutnya.
Hingga kini, otoritas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan dan memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan. Warga di wilayah sekitar pusat gempa juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
