Thom Haye Panggil Sejarah 6 Kali Runner-up, Misi Besar di Piala AFF 2026: Hapus Kutukan!

Thom Haye
Thom Haye foto : @persib
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, akan menjalani turnamen Piala AFF atau yang kini bernama ASEAN Championship 2026 untuk pertama kalinya dalam kariernya. Meski berstatus debutan, pemain berusia 31 tahun itu datang dengan misi besar: mengakhiri penantian panjang gelar juara yang telah berlangsung sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996.

Bersama skuad Garuda, ia bertekad memutus “kutukan” yang telah membelenggu Indonesia selama ini. Target ini disampaikan langsung oleh Haye di sela-sela pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar, pada Sabtu (18/7/2026).

Mengenal Sejarah Pahit: 6 Kali Final, 0 Gelar

Thom Haye mengaku telah menelusuri sejarah Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Ia dan rekan-rekannya sadar betul dengan catatan yang membayangi tim. Indonesia tercatat telah enam kali tampil di partai puncak (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020), namun selalu gagal membawa pulang trofi.

Baca Juga:Jadwal Piala AFF 2026 Rilis, Timnas Indonesia Vs Kamboja Laga Pembuka 27 JuliJohn Herdman Puji Mitchell Baker, Timnas Indonesia Gasak Taktik Jelang AFF

Catatan ini menjadikan Indonesia sebagai tim yang paling sering mencapai final tanpa pernah sekalipun menjadi juara. Status sebagai “spesialis runner-up” ini menjadi luka sejarah yang ingin segera diobati oleh generasi emas saat ini. “Ya, tentu saja kami juga tahu banyak tentang sejarahnya. Anda tahu semua orang di sini sangat lapar (akan) kemenangan,” kata Haye dengan penuh keyakinan.

Target Jelas: Bukan Sekadar Finalis, Tapi Juara!

Dengan bekal pengalaman yang mumpuni di level Eropa, Haye menegaskan bahwa Timnas Indonesia datang ke Piala AFF 2026 bukan untuk sekadar bersaing, melainkan untuk memburu gelar juara. Pernyataan tegas ini disampaikannya berulang kali di hadapan awak media.

“Sudah sangat jelas, kami bertanding untuk menang. Itu fokus utamanya. Kami tidak takut bilang itu karena kami sudah banyak main di final,” ujar Thom Haye dengan percaya diri. Bagi Haye, status Indonesia sebagai langganan final bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah modal berharga yang menunjukkan bahwa tim ini layak untuk berada di puncak.

“Kami sudah sering bermain di final, jadi tentu saja itu target utamanya. Tapi seperti yang saya katakan, itu gambaran besarnya, tapi pertama-tama kami fokus pada pekerjaan sekarang,” tambahnya, menunjukkan keseimbangan antara ambisi dan fokus pada proses.

0 Komentar