RADARCIREBON.TV – Pasar otomotif Indonesia sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan positif sekaligus sinyal perubahan yang menarik. Total penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 436.564 unit, naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya . Di balik angka itu, pertanyaan besarnya adalah: jenis mobil apa yang paling banyak dibeli masyarakat?
Jawabannya masih belum berubah. Mobil bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) berbahan bakar bensin dan diesel masih menjadi pilihan mayoritas dengan total 319.456 unit terjual, atau menguasai sekitar 73 persen pangsa pasar . Artinya, dari setiap empat mobil baru yang laku, tiga di antaranya masih mobil bensin konvensional.
Mobil Bensin: Infrastruktur Matang dan Harga Masuk Akal
Mengapa mobil bensin masih menjadi primadona? Ada beberapa alasan kuat. Pertama, infrastruktur pendukungnya sudah sangat matang. SPBU tersebar di seluruh pelosok negeri, jadi konsumen tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar di perjalanan jauh. Kedua, harga beli mobil bensin pada umumnya masih lebih terjangkau dibandingkan hybrid atau listrik .
Baca Juga:Rekomendasi 5 Mobil Hybrid Terbaik 2026 di IndonesianMobil Listrik hingga Hybrid Dinilai Lebih Efektif Dibanding Program B50
Ketiga, teknologinya sudah sangat mapan dan bengkel-bengkel di mana pun sudah terbiasa memperbaiki mesin bensin. Biaya perawatan dan ketersediaan suku cadang juga menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat yang mengutamakan kemudahan dan biaya kepemilikan yang terkendali.
Mobil bensin dengan model Toyota Kijang Innova (4.967 unit) menjadi jawara penjualan di Juni 2026, diikuti Daihatsu Gran Max Pick Up (4.782 unit) dan Toyota Avanza (3.675 unit) . Ini menunjukkan bahwa kendaraan keluarga dan niaga masih menjadi tulang punggung pasar.
Mobil Hybrid: Transisi Tanpa Ribet
Pilihan kedua yang semakin populer adalah kendaraan hybrid. Mobil ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan mencatatkan penjualan 43.366 unit pada semester pertama 2026, naik 47 persen dari tahun lalu . Hybrid menjadi pilihan logis bagi konsumen yang ingin merasakan efisiensi bahan bakar tanpa harus bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya listrik.
Mobil Listrik: Pertumbuhan Spektakuler dari Bawah
Kejutan terbesar justru datang dari kendaraan listrik murni atau EV. Meski masih kalah jauh secara volume, mobil listrik mencatatkan lonjakan penjualan 80,8 persen menjadi 69.739 unit . Angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan mulai menguat secara signifikan.
