RADARCIREBON.TV – Kendaraan elektrifikasi dinilai menjadi solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi emisi di sektor transportasi. Penilaian tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Koalisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, yang menilai elektrifikasi kendaraan lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan Program Biodiesel B50.
Meski begitu, Ahmad menegaskan bahwa implementasi B50 tetap merupakan bagian dari proses transisi energi yang saat ini sedang dijalankan pemerintah.
KPBB Dorong Percepatan Kendaraan Elektrifikasi
Dalam acara Clean Fuel Talk bertajuk Antara Manfaat dan Mudharat B50 di Jakarta, Jumat (3/7), Ahmad Safrudin mengatakan bahwa arah kebijakan transportasi ke depan sebaiknya semakin berfokus pada kendaraan elektrifikasi.
Baca Juga:Pemerintah Targetkan 40 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Oktober 2026, Perkuat Ekonomi Desa5 Easter Egg Menarik di Minions & Monsters, Ada George Lucas hingga Parodi Film Legendaris
Menurutnya, penggunaan kendaraan berbasis listrik memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus membantu menekan emisi dari sektor transportasi secara lebih berkelanjutan.
Ia menyebut pemerintah perlu terus mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi sebagai bagian dari agenda nasional di bidang energi.
Elektrifikasi Dinilai Lebih Berkelanjutan
Ahmad menjelaskan bahwa kendaraan elektrifikasi mencakup beberapa jenis teknologi, yaitu:
- Mobil hybrid.
- Plug-in hybrid.
- Mobil listrik atau electric vehicle (EV).
Menurutnya, pengembangan ketiga jenis kendaraan tersebut dapat menjadi pilihan untuk mendukung sistem transportasi yang lebih efisien sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Implementasi B50 Tetap Perlu Memperhatikan Spesifikasi Kendaraan
Di sisi lain, Ahmad menilai penerapan biodiesel B50 tidak bisa dilepaskan dari aspek teknis kendaraan.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan bahan bakar harus tetap mengikuti rekomendasi pabrikan agar tidak menimbulkan masalah pada mesin kendaraan.
Kendaraan Diesel Euro 4 Perlu Memperhatikan Kompatibilitas
Menurut Ahmad, kendaraan diesel berstandar Euro 4 yang diproduksi mulai tahun 2022 pada umumnya tidak direkomendasikan menggunakan B50 maupun bahan bakar lain yang tidak sesuai dengan spesifikasi dari produsen kendaraan.
Baca Juga:XLSmart Luncurkan Future Ready, Targetkan 1.000 Peluang Kerja bagi Talenta MudaIrjen Agus Berpamitan, Titip Program Transformasi kepada Kakorlantas Baru Irjen Wibowo
Karena itu, kompatibilitas kendaraan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam setiap kebijakan terkait energi dan bahan bakar.
Kementerian ESDM Awasi Ketat Mutu Biodiesel B50
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kualitas biodiesel B50 akan diawasi secara ketat selama implementasinya.
