Selain urusan perizinan, Gubernur Koster juga menyoroti penggunaan ruas jalan di Canggu yang padat dan sempit untuk acara tersebut, yang dinilai mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum.
Entourage Bali Bantah Tuduhan Diskriminasi
Menanggapi tudingan diskriminasi, komunitas penyelenggara Entourage Bali buka suara. Mereka membantah telah mendiskriminasi WNI dan mengklaim bahwa justru peserta berkewarganegaraan Indonesia menjadi kelompok terbanyak, mewakili hampir 25 persen dari total peserta. Entourage Bali menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan acara lari bertiket pertama karena keterbatasan jumlah headphone yang digunakan.
Meski membantah, mereka tetap menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa dirugikan dan mengakui adanya kesalahan dalam sistem pendaftaran. “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang telah merasa tersinggung dan tersakiti,” tulis mereka di akun Instagram resmi. Entourage Bali juga menyatakan akan menghentikan sementara seluruh kegiatan mereka dan berjanji melakukan perubahan.
Baca Juga:Konvoi Motor Bareng Willy Salim di Bundaran HI Bikin Macet, Polisi Panggil SelebgramAwas! Kemenkes Ungkap 90 Persen Penderita Hepatitis di Indonesia Tak Sadar Terinfeksi, Waspada Silent Killer!
Permintaan maaf dan klarifikasi ini tidak lantas meredakan kontroversi. Kecaman tidak hanya datang dari warganet Indonesia, tetapi juga dari penggiat lari asing yang menilai tindakan komunitas tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenangan dan merusak citra Bali.
