Kritikan untuk Sang Maestro, Messi Dinilai Bungkam atas Gaya Main Keras Argentina di Piala Dunia 2026

Lionel Messi
Lionel Messi menuai kritik karena dinilai bungkam terkait kontroversi Timnas Argentina sepanjang Piala Dunia 2026. | Foto:@leomessi
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Setelah kekalahan menyakitkan di final Piala Dunia 2026, sorotan tajam justru tertuju pada kapten Argentina, Lionel Messi. Ia dituding memilih bungkam dan tidak mengecam gaya permainan keras yang diperagakan rekan-rekan setimnya sepanjang turnamen.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina beberapa kali menjadi sorotan karena pendekatan fisik yang dianggap berlebihan. Isu perlakuan istimewa dari wasit juga terus menghantui langkah La Albiceleste.

Kritik Pedas untuk Messi

Mantan penyerang Chelsea, Tony Cascarino, mengaku kecewa dengan sikap Messi. Ia menilai sang bintang seharusnya turut menanggapi perilaku timnya, yang dinilai telah melampaui batas dalam beberapa pertandingan, terutama di final melawan Spanyol.

Baca Juga:Di Tengah Isu Pensiun, Angel Di Maria Yakin Lionel Messi Belum Selesai Bersama Timnas ArgentinaMessi Tunda Pensiun dari Argentina, Bakal Ada Perpisahan Bersejarah untuk Sang Legenda

“Saya sedikit kecewa kepada Lionel Messi karena dia tidak bereaksi terhadap cara mereka bermain,” kata Cascarino dalam acara *Sports Breakfast* di talkSPORT, dikutip dari berbagai sumber.

“Apakah Johan Cruyff akan menerima Belanda bermain seperti itu? Tidak. Saya terkejut Messi tidak mengatakan bahwa ‘permainan fisik memang bagian dari sepak bola kami, tetapi kami memiliki banyak talenta dan seharusnya lebih menunjukkannya’,” lanjutnya.

Wasit Konyol dan Kericuhan Final

Sorotan juga datang dari mantan bek Arsenal, Lee Dixon, yang mengkritik aksi Messi saat final. Dixon menyebut upaya Messi untuk mempengaruhi wasit agar mengusir Marc Cucurella dari lapangan sebagai perilaku “konyol”.

Ketegangan di final memuncak setelah Enzo Fernandez diusir dari lapangan. Leandro Paredes terlibat dalam perkelahian dengan pemain Spanyol Eric Garcia dan Gavi, yang berujung pada pengusiran pemain Argentina tersebut.

Seremoni Pembelakangan Trofi

Kontroversi tidak berhenti di peluit akhir. Saat seremoni penyerahan trofi, hampir seluruh pemain Argentina membelakangi momen ketika Spanyol mengangkat trofi juara. Sikap ini menuai kritik karena dianggap tidak mencerminkan sportivitas dan rasa hormat terhadap juara baru.

“Seharusnya pemain bisa menghormati dan menunjukkan respek kepada tim Spanyol yang memang tampil lebih baik,” kata Presiden Pena Real Madrid de Indonesia, Syahrul Fauzi, menanggapi insiden tersebut.

Reaksi Messi dan Penampilannya

Messi sendiri menangis setelah kekalahan di final. Di media sosial, ia menyampaikan pesan penghargaan kepada tim dan mengucapkan selamat kepada Spanyol. Ia juga menegaskan bahwa perjalanan Argentina ke final bukan karena hadiah, melainkan hasil kerja keras dan mental juara.

0 Komentar