Soroti Kesehatan Pemain, Aturan FIFA Soal Jeda Laga 72 Jam Jadi Polemik Jelang Final Piala Presiden 2026

Piala Presiden 2026
Preview PERSIB vs Persebaya: Buru Trofi Pembuka Era Baru (persib.co.id)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung vs Persebaya Surabaya begulir pada Kamis (6/8/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Laga in hanya memberi jeda sekitar dua hari bagi tim finalis untuk memulihkan kondisi selepas laga semifinal. Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menilai waktu tersebut tidak ideal, lalu mengaitkannya dengan kebijakan FIFA mengenai waktu istirahat pemain.

Kurang dari 72 jam setelah pertandingan semifinal di Piala Presiden 2026, Persib akan menghadapi Persebaya di final. Di babak sebelumnya, Persib mengalahkan Persija dengan skor 2-1 dimulai pukul 15.30 WIB, sedangkan Persebaya menjatuhkan Arema dengan gol tunggal Yuran Fernandes di pertandingan yang dimulai pukul 21.00 WIB.

Dalam konferensi pers selepas laga semifinal, Tolic menegaskan bahwa perlindungan terhadap kesehatan pemain menjadi perhatian utamanya.

Baca Juga:Catat Waktunya! Jadwal MotoGP & Moto3 Inggris 2026, Kapan Tayang Trans7?Ayo Dukung Timnas Indonesia! Siaran Langsung Voli SEA V Cup 2026 Putri Leg 2 Tayang di Moji TV

“Kami harus melindungi kesehatan pemain untuk pertandingan selanjutnya, untuk karier mereka, untuk kompetisi Asia dan tim nasional,” kata Tolic.

Pelatih asal Kroasia itu juga menyatakan FIFA mengatur waktu istirahat minimal 72 jam di antara dua pertandingan sebagai bagian dari perlindungan terhadap kondisi fisik dan mental pemain.

Dari Mana Ketentuan Jeda Laga 72 Jam Berasal?

Berdasar keterangan di laman resmi FIFA, pembahasan mengenai jeda minimal 72 jam bermula dari pertemuan Presiden FIFA Gianni Infantino, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom, dan sejumlah perwakilan serikat pemain di New York, Amerika Serikat, pada Juli 2025 menjelang final Piala Dunia Antarklub FIFA.

Dalam pertemuan tersebut, FIFA menyatakan terdapat konsensus bahwa pemain perlu memperoleh sedikitnya 72 jam waktu istirahat di antara dua pertandingan. Selain itu, peserta juga menyepakati pentingnya masa libur sedikitnya 21 hari pada akhir musim yang pengaturannya disesuaikan dengan kalender pertandingan, kondisi masing-masing pemain, serta perjanjian yang berlaku.

Pembahasan tersebut kemudian berlanjut dalam FIFA Professional Players Consultation Forum di Rabat, Maroko, pada November 2025. Forum yang dihadiri lebih dari 30 serikat pemain lintas negara ini kembali mendukung empat prinsip utama terkait kesejahteraan pemain, yakni sedikitnya 72 jam jeda antarpertandingan, masa libur antarmusim sedikitnya 21 hari, satu hari libur setiap pekan, dan perlunya menimbang perjalanan antarbenua dan kondisi iklim saat menyusun kalender pertandingan.

0 Komentar