Warga Rebutan Air Siraman Pusaka Sunan Gunung Jati – Video

Warga Rebutan Air Siraman Pusaka Sunan Gunung Jati
0 Komentar

Suasana khidmat menyelimuti Keraton Kasepuhan Cirebon, saat tradisi siraman panjang kembali digelar. Sejumlah pusaka peninggalan Sunan Gunung Jati dimandikan dalam prosesi sakral, menandai dimulainya rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah pusaka kuno peninggalan Sunan Gunung Jati, atau Syekh Syarif Hidayatullah, dikeluarkan dari Keraton Kasepuhan dan dibawa menuju Bangsal Pungkuran.

Di sinilah tradisi siraman panjang digelar. Tujuh piring tafsih atau piring panjang, 38 piring pengiring, dua botol minyak mawar, serta dua guci kuno yang diperkirakan berusia hampir enam abad, satu per satu dibasuh menggunakan air yang telah didoa-kan, diiringi lantunan shalawat.

Baca Juga:Aldyan Belanja Masalah Melalui Reses Di Dapil 5 Kesambi – VideoManfaatkan Musibah Kebakaran, Dua Pencuri Gasak Uang Dan Emas – Video

Tradisi yang diwariskan Sunan Gunung Jati ini tak sekadar mencuci benda pusaka. Siraman panjang dimaknai sebagai simbol penyucian diri, sekaligus ikhtiar memohon keberkahan.

Usai prosesi, ratusan warga yang sejak pagi menunggu langsung berdesakan memperebutkan air bekas siraman pusaka. Air tersebut dibawa pulang, karena diyakini memiliki nilai keberkahan.

Siraman panjang menjadi pembuka rangkaian Panjang Jimat. Selanjutnya, keluarga keraton menyiapkan bekaseman, berupa berbagai hidangan untuk puncak peringatan Maulid Nabi, yang akan digelar 26 Agustus mendatang.

0 Komentar