Dalam penelitian tersebut, penggunaan minyak zaitun atau minyak bunga matahari dua kali sehari selama empat minggu memang meningkatkan kelembapan. Akan tetapi, perkembangan struktur lapisan lemak pelindung kulit tidak sebaik pada kelompok yang tidak diberi minyak.
Penelitian itu belum cukup besar untuk menilai dampak klinis jangka panjang, tetapi hasilnya tidak mendukung penggunaan kedua minyak tersebut secara rutin pada bayi baru lahir.
Bagaimana dengan minyak kelapa?
Bukti mengenai minyak kelapa terlihat lebih menjanjikan, tetapi sebagian besar berasal dari bayi prematur.
Baca Juga:Jadwal Sepak Bola Malam Ini 6-7 September 2026: Ada Piala Asia U20, Super League, dan Arsenal vs ChelseaKlasemen Sementara BRI Super Leagu 2026/2027 dan Jadwal Pertandingan Hari Ini 6 September
Tinjauan sistematis terhadap 7 uji klinis yang mencakup 727 bayi menemukan bahwa minyak kelapa mungkin membantu mengurangi kehilangan air, memperbaiki kondisi kulit, dan menurunkan infeksi tertentu. Kualitas buktinya dinilai rendah hingga sedang, dan mayoritas peserta merupakan bayi prematur yang relatif lebih matang.
Hasil tersebut tidak dapat langsung diterapkan pada bayi cukup bulan di rumah. Bayi prematur juga memiliki kondisi kulit dan kebutuhan medis yang berbeda, sehingga penggunaan minyak sebaiknya mengikuti arahan tim neonatal atau dokter anak.
Oatmeal koloid berbeda dari oatmeal dapur
Oatmeal koloid adalah oat yang digiling sangat halus dan dimasukkan ke dalam produk dengan konsentrasi terukur. Dalam penelitian terhadap 90 anak berusia 6 bulan sampai 18 tahun dengan dermatitis atopik ringan hingga sedang, krim dengan oatmeal koloid 1 persen memberikan perbaikan yang sebanding dengan krim pelindung kulit pembanding selama tiga minggu.
Namun, rata-rata usia peserta penelitian tersebut sekitar 8 tahun dan para penelitinya berafiliasi dengan produsen produk. Temuannya tidak membuktikan bahwa bubur atau serbuk oatmeal buatan sendiri aman untuk kulit bayi, terutama bayi di bawah enam bulan. Dugaan eksim tetap perlu diperiksa agar bayi mendapatkan penanganan yang sesuai.
Hindari minyak esensial dan campuran berpewangi
Minyak lavender, tea tree, peppermint, dan minyak esensial lainnya berasal dari tumbuhan, tetapi mengandung banyak senyawa aktif. Tinjauan dalam International Journal of Women’s Dermatology menunjukkan bahwa minyak esensial dapat memicu dermatitis kontak alergi. Komposisinya juga dapat berubah akibat penyimpanan, oksidasi, atau proses produksi.
