Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, menyambangi warga penerima bantuan mesin perahu di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Sabtu 5 September 2026. Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan 5 unit mesin kapal kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Banyu Urip dan berdialog langsung dengan para nelayan.
Tingginya biaya operasional dan terbatasnya sarana produksi masih menjadi pekerjaan rumah bagi nelayan di Kabupaten Cirebon. Di tengah kondisi itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, turun langsung menyerahkan bantuan 5 unit mesin perahu kepada nelayan di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang merupakan program aspirasinya di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Desa Ambulu merupakan salah satu sentra nelayan di pesisir utara Cirebon. Berdasarkan data desa, ada sekitar 390 nelayan dan lebih dari 150 perahu yang beroperasi. Namun tidak semua memiliki mesin yang layak dan hemat bahan bakar.
Baca Juga:Tower BTS Diprotes Pemilik Lahan & Bangunan Terdekat – VideoJalan Kutagara Menuju Pasar Jagasatru Memprihatinkan – Video
Permasalahan inilah yang coba dijawab melalui kunjungan Prof. Rokhmin Dahuri. Ia mendatangi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Banyu Urip, berdialog dengan warga, dan menyerahkan bantuan mesin perahu secara simbolis.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, mengapresiasi semangat kelompok nelayan di Desa Ambulu ini. Ia berharap bantuan ini mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini pun berharap jumlah bantuan serupa bisa terus bertambah di tahun berikutnya.
Kunjungan Prof. Rokhmin disambut antusias Kuwu Ambulu dan para penerima bantuan. Ketua KUB Banyu Urip, Sutarno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat bagi anggota kelompok untuk mendukung aktivitas melaut dan berharap jumlah bantuan serupa bisa terus bertambah.
KUB Banyu Urip memiliki 10 anggota, sementara mesin yang diterima hanya 5 unit. Agar manfaat bisa dirasakan bergiliran, anggota kelompok sepakat membuat sistem iuran. Setiap penerima mesin menyisihkan Rp10 ribu setiap hari untuk ditabung. Selain itu terdapat kas bulanan sebesar Rp20 ribu per anggota. Dana yang terkumpul akan dikelola sebagai kas kelompok dan direncanakan dikembangkan menjadi koperasi kecil.