Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui program tracing terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga pekan ketiga September 2026, proses tracing telah menyasar 340 desa, dan dari 18.665 warga yang menjalani skrining, ditemukan 74 kasus positif TBC.
Upaya intensifikasi penemuan kasus TBC ini terus digencarkan. Pada Kamis pagi, Desa Nanggela, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, berkesempatan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan CKG tersebut.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan bahwa kegiatan tracing ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit sejak dini sekaligus memastikan masyarakat yang sakit segera mendapatkan pengobatan medis. Layanan tersebut juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma serta penyediaan mobil rontgen guna mendukung keakuratan proses deteksi.
Baca Juga:Misteri Perempuan Tewas Dibawah Kasur Hotel – VideoPasien RS Sumber Waras Melonjak – Video
Sejak awal Agustus hingga pekan ketiga September 2026, kegiatan tracing telah dilaksanakan di 340 desa atau lokus. Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan program tersebut dapat menjangkau seluruh 412 desa dan 12 kelurahan yang ada di Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, menyebutkan bahwa setiap lokus menargetkan sekitar 100 warga untuk menjalani skrining. Prioritas utamanya adalah masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC maupun mereka yang memiliki faktor risiko penyakit tersebut.
Dari total 18.665 warga yang telah menjalani skrining, sebanyak 2.236 orang atau sekitar 11,98 persen di antaranya masuk dalam kategori terduga TBC. Setelah menjalani tahapan pemeriksaan diagnostik lanjutan, ditemukan 74 kasus positif TBC yang tersebar di 19 wilayah kerja puskesmas.
Pasien yang dinyatakan positif langsung mendapatkan penanganan medis berupa pengobatan dan pemantauan intensif. Sementara itu, anggota keluarga dan lingkungan sekitar turut diperiksa guna mencegah meluasnya penularan. Program tracing ini ditargetkan terus berjalan hingga bulan November 2026 mendatang dengan total sasaran mencapai 466 lokus.
Pemerintah Kabupaten Cirebon juga mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan senantiasa memperhatikan sirkulasi atau ventilasi udara di rumah. Masyarakat juga diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gejala TBC.