Suyudi mengatakan ratusan orang yang diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika dilakukan asesmen. Sebanyak 359 orang direkomendasikan menjalani rehabilitasi. “Operasi terbaru ini berhasil mengidentifikasi penyalah guna narkotika sebanyak 390 orang dan mereka telah dilakukan asesmen, hasilnya 37 orang merupakan bandar yang perkaranya akan dilanjutkan, sedangkan kepada 359 lainnya direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi,” ujar Suyudi.
Lulusan Akpol 94 itu menyampaikan operasi pemulihan penyalah guna narkoba untuk memberikan pesan kepada publik kalau BNN bukan hanya fokus pada pemberantasan saja. BNN juga berkomitmen memperkuat upaya rehabilitasi penyalah guna narkotika, pemberdayaan masyarakat dan pencegahan melalui edukasi bahaya narkotika. Komitmen Suyudi dalam upaya pemberantasan narkoba tak hanya dilakukan dalam penegakan hukum, tetapi juga diwujudkan melalui gerakan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).
Salah satu yang menjadi perhatian Suyudi adalah new psychoactive substances (NPS), narkotika jenis baru berbentuk cair yang memiliki lebih dari 1.340 varian kimia. Ia menyebut bandar narkoba saat ini memanfaatkan narkoba dengan menggunakan vape. Oleh karena itu, ia mendorong adanya regulasi untuk melarang penggunaan vape karena rentan disalahgunakan untuk narkoba. BNN merekomendasikan pelarangan total penggunaan rokok elektrik didasarkan pada hasil pemeriksaan 1.745 sampel vape di laboratorium BNN, di mana sebanyak 1.716 sampel terdeteksi mengandung narkotika atau NPS.
Baca Juga:Justin Hubner Bela-belain John Herdman dari Hujaman Kritik: Dia Top!Pedoman Hari Santri 2026, PBNU Tegaskan Tak Sekadar Seremoni
Dengan berbagai langkah tegas yang diambil, harapan untuk membebaskan Indonesia dari jerat narkoba semakin terbuka. RADARCIREBON.TV akan terus menyajikan informasi terbaru seputar pemberantasan narkoba dan kegiatan kepolisian untuk Anda.
