Konferda PWI Kab. Cirebon Tetapkan Mamat Rahmat Sebagai Ketua – Video

Konferda PWI Kab. Cirebon Tetapkan Mamat Rahmat Sebagai Ketua
0 Komentar

Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Cirebon melaksanakan konferensi daerah. Mamat Rahmat terpilih secara aklamasi dan kembali menahkodai PWI Kabupaten Cirebon.

Konferensi daerah PWI Kabupaten Cirebon menetapkan Mamat Rahmat sebagai ketua terpilih untuk periode dua ribu dua puluh enam hingga dua ribu dua puluh sembilan secara aklamasi.

Dalam Konferda yang digelar di kantor Bupati Cirebon ini, kepengurusan PWI Kabupaten Cirebon juga dibentuk dengan Ismail Marzuki sebagai sekretaris dan Zezen Zainudin Ali yang menjabat sebagai bendahara.

Baca Juga:Sultan Kacirebonan IX Terima Penghargaan Global – VideoMasyarakat Peringatkan Imbas Fiskal Akibat Skema KPBU APJ – Video

Kepengurusan baru ini mengusung tagline, PWI Kabupaten Cirebon yang bersatu, beradaptasi, dan berdaya serta membangun profesionalisme wartawan di era disrupsi digital.

Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthoni menekankan, soliditas organisasi harus diikuti dengan peningkatan kompetensi. Terlebih di era perkembangan AI dan media digital yanf menuntut wartawan untuk terus meng-upgrade kemampuan, agar produk jurnalistik tetap relevan dan memiliki nilai profesi.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengapresiasi Konferda PWI Kabupaten Cirebon. Pemerintah daerah menilai, media memiliki peran penting dalam pembangunan, dengan tetap menjaga kemitraan dan independensi pers, serta kolaborasi yang baik dalam membangun Kabupaten Cirebon dimasa mendatang.

Sementara, Ketua PWI Jawa Barar menekankan agar pelatihan produk jurnalistik, jurnalistik digital, multimedia, video, data, SEO, media sosial, hingga pemanfaatan AI secara etis, harus menjadi bagian dari agenda ke depan. Tantan menegaskan, kegiatan organisasi jangan berhenti pada seremonial, melainkan harus memberikan dampak langsung terhadap kapasitas wartawan.

Di sisi lain, Mamat Rahmat membawa visi misi untuk menjadikan PWI Kabupaten Cirebon sebagai rumah bersama bagi wartawan maupun insan media. Bukan hanya menjadi wadah organisasi profesi, PWI juga diarahkan menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring, mendapatkan perlindungan, hingga membuka peluang peningkatan kualifikasi anggota.

Agenda pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan uji kompetensi wartawan atau UKW, menjadi salah satu program prioritas. Penguatan advokasi dan perlindungan hukum bagi wartawan juga akan diperkuat, termasuk mendorong akses perlindungan sosial bagi anggota.

0 Komentar