59 persen masyarakat Kota Cirebon belum tersentuh layanan PDAM Tirta Giri Nata. Kondisi ini menjadi sorotan DPRD Kota Cirebon yang meminta perusahaan daerah tak hanya meningkatkan mutu layanan, tetapi juga memperluas jangkauan agar lebih banyak warga bisa mengakses air bersih.
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon masih menyisakan tantangan besar. 59 persen masyarakat Kota Cirebon yang belum tersentuh layanan air bersih PDAM menjadi catatan penting bagi PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan, masih ada lebih dari separuh masyarakat yang belum menikmati layanan air perpipaan PDAM.
Baca Juga:Progres Rehabilitasi Jembatan Monjot Dua Capai 85 Persen – VideoAnya Zen dan Carissa Perusset Sapa Penggemar di Cirebon – Video
Ketua Komiai Dua DPRD Kota Cirebon Handarujati Kalamullah meminta PDAM Tirta Giri Nata tidak berpuas diri dengan layanan yang sudah berjalan.
Mutu air, kelancaran distribusi, e kontinuitas pasokan, hingga respons terhadap keluhan pelanggan, perlu terus ditingkatkan.
Namun persoalannya bukan hanya soal kualitas layanan, bagi pelanggan yang sudah terhubung.
Tetapi, perluasan cakupan juga menjadi tantangan, agar masyarakat yang selama ini belum terlayani tidak terus bergantung pada sumber air alternatif.
Sementara, angka 59 persen menuntut penjelasan lebih lanjut mengenai kendala perluasan jaringan, kesiapan infrastruktur, ketersediaan air baku, serta target penambahan pelanggan.
Sebab bagi masyarakat, keberhasilan PDAM bukan hanya diukur dari seberapa baik layanan yang sudah ada, tetapi juga seberapa luas akses air bersih bisa dijangkau.
PDAM Tirta Giri Nata kini dituntut menjawab dua pekerjaan sekaligus, meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses bagi warga yang belum terlayani.