Akses Pendidikan bagi Ribuan Anak Jadi Perhatian – Video

Akses Pendidikan bagi Ribuan Anak Jadi Perhatian
0 Komentar

Penanganan anak tidak sekolah atau ATS menjadi salah satu pekerjaan yang terus didorong Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, dari pendataan yang ada, jumlah ATS kini tercatat sekitar 17 ribu orang, turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 25 ribu orang, Disdik menargetkan setidaknya separuh dari jumlah tersebut dapat ditangani hingga akhir 2026.

Penanganan anak tidak sekolah atau ATS menjadi salah satu pekerjaan yang terus didorong Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan penanganan ATS membutuhkan langkah yang terarah dengan melibatkan berbagai pihak, upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi juga memerlukan dukungan DPRD dan unsur terkait, terutama dalam pemenuhan kebutuhan serta penganggaran pendidikan.

Menurutnya, ATS mencakup warga berusia enam hingga 25 tahun yang belum mengakses pendidikan, kondisi dan latar belakang mereka beragam, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan.

Baca Juga:Sampah Kabupaten Cirebon Capai 1.200 Ton Per Hari – VideoNasib PPPK Paruh Waktu Digantung – Video

Salah satu upaya yang didorong yakni, membuka kesempatan bagi warga ATS untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal sesuai persyaratan dan kondisi masing-masing, pendataan yang tepat menjadi bagian penting, agar program penanganan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Dinas Pendidikan mencatat jumlah ATS saat ini sekitar 17 ribu orang, lebih rendah dibandingkan pendataan sebelumnya yang mencapai sekitar 25 ribu orang, meski menunjukkan penurunan, jumlah tersebut masih menjadi perhatian yang perlu ditangani secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, pihaknya menargetkan sedikitnya 50 persen dari jumlah ATS saat ini dapat ditangani hingga akhir 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan, sekaligus mendorong lebih banyak warga Kabupaten Cirebon untuk kembali mengikuti proses pembelajaran.

0 Komentar